Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Kutai Kartanegara

Perahu Ditemukan Hanyut, Seorang Nelayan Diduga Tenggelam di Sungai Mahakam Jembayan

Koran Kaltim
2 Agustus 2026
0 views
2 min
Perahu nelayan yang hilang di Perairan Sungai Mahakam wilayah Jembayan Kukar hanyut tanpa pengemudi. (Foto: Dok.Polsek Loa Kulu)

Penulis: Muhammad Anshori

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Seorang nelayan dilaporkan hilang diduga tenggelam di perairan Sungai Mahakam, RT 019, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Dugaan ini muncul setelah perahu ketinting milik nelayan tersebut ditemukan hanyut tanpa awak, pada Minggu, (2/8/2026). 

Kapolsek Loa Kulu, AKP Hari Supranoto, membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya langsung bergerak melakukan pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan dari warga.

“Kami sudah terima laporan adanya dugaan korban tenggelam. Personel piket Polsek Loa Kulu bersama ketua RT setempat, relawan Kamaseku, serta tim Damkar kabupaten dan kecamatan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan,” ujar AKP Hari Supranoto, Minggu (2/8/2026).

Berdasarkan data kepolisian, nelayan tersebut diketahui bernama Achdar Has (64), yang berdomisili di Jalan Teratai, RT 006, Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan.

Ia menjelaskan, peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Taufik (35) sekitar pukul 08.00 WITA. Saat itu, dirinya dalam perjalanan pulang menggunakan perahu setelah mengantar penumpang ke wilayah Harapan Baru.

Di tengah sungai, ia melihat sebuah kapal ketinting berwarna biru putih terapung dan hanyut terbawa arus dari kejauhan. Curiga dengan kondisi kapal yang tampak kosong, Taufik mendekat untuk memeriksa. Setelah dicek, korban yang biasanya menggunakan perahu tersebut untuk mencari ikan tidak ada di atas perahu. 

“Orangnya saja yang hilang, untuk alat-alat pemancingan milik nelayan itu masih utuh di dalam perahu,” jelasnya.

Mendapati perahu kosong, saksi langsung menginformasikan temuan ini kepada warga sekitar. Warga kemudian menghubungi anak kandung Achdar, Sri Mulyana (40). Pihak keluarga mengonfirmasi bahwa ayah mereka belum kembali ke rumah sejak berangkat bekerja.

“Achdar diketahui sehari-hari memang bekerja mencari ikan di sepanjang alur sungai wilayah Pongkor sampai Jembayan. Berdasarkan bukti perahu yang hanyut dan konfirmasi keluarga, dia diduga kuat terjatuh dan tenggelam ke sungai,” ungkapnya.

Hingga kini, ia masih belum ditemukan dan proses pencarian intensif masih terus dilakukan.

“Kami sudah melakukan langkah-langkah darurat dengan mendatangi TKP, mendata saksi, serta berkoordinasi dengan Satpolairud Polres Kukar, Damkarmatan Kukar, dan Relawan Kamaseku Loa Duri Ulu untuk melakukan penyisiran area perairan tempat nelayan itu diduga hilang,” pungkasnya.

Editor: Erwin

Tags:

Kutai KartanegaraBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Kutai Kartanegara.