Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar dua hektare terjadi di Desa Loa Lepu, tepatnya di belakang RSUD A.M. Parikesit, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (3/8/2026) sore.
Peristiwa tersebut diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah oleh warga saat kondisi angin kencang, sehingga api cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Kebakaran lahan gambut yang terjadi sekitar pukul 17.00 Wita sempat memicu kepanikan warga. Laporan kejadian diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar melalui sambungan telepon dan WhatsApp pada pukul 17.20 Wita.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kukar langsung menuju lokasi. Namun, proses penanganan sempat terkendala akses jalan menuju titik api yang sulit dilalui.
“Tim sempat terkendala akses. Namun, setelah menemukan jalur alternatif, personel langsung merangsek mendekati titik api untuk melakukan isolasi dan pemadaman secara agresif,” ujar Korlap BPBD Kukar, Novan Fachrozie, Selasa (4/8/2026).
Perjuangan untuk memadamkan kobaran api ini berlangsung selama hampir tiga jam. “Kami juga mengandalkan pasokan air dari danau sekitar, puluhan personel gabungan dari BPBD Kukar dibantu oleh barisan relawan, termasuk Balakarcana Awang Long, Balakarcana Sangaji, Balakarcana Kramajaya Mangkurawang, dan Relawan Gubang Karet, bahu-membahu menjinakkan amukan api,” ungkapnya.
Dua unit mobil tangki Dalkarhutla KaJama dan dua unit mobil Hilux Komando dikerahkan ke lokasi kebakaran. Setelah melawan asap pekat dan bara api, seluruh titik api akhirnya berhasil dipadamkan total pada pukul 20.30 Wita.
“Kondisi area saat ini dipastikan sudah aman dan padam sepenuhnya,” sebutnya.
BPBD Kukar mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran apa pun di tengah cuaca ekstrem demi mencegah bencana yang lebih besar.
Editor: Erwin




