Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Kutai Kartanegara

Grand Max Tabrak Pagar di Kota Bangun, Tiga Penumpang Malah Terlibat Duel Parang

Adi Putra
4 Agustus 2026
0 views
2 min
insiden perkelahian di Desa Liang, Kecamatan Kota Bangun. (Dok.Tangkapan Layar/Video)

Penulis: Muhammad Anshori 

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Suasana di Desa Liang Ilir, Kecamatan Kota Bangun, mendadak mencekam setelah sebuah mobil Grand Max berwarna abu-abu mengalami kecelakaan, lalu diikuti perkelahian antar penumpangnya.

Mobil yang melaju kencang dari arah jembatan itu tiba-tiba oleng dan menghantam pagar seng milik warga hingga menembus pembatas. Alih-alih saling menolong, tiga pria yang berada di dalam kendaraan tersebut justru terlibat perkelahian sengit. Mereka diduga menggunakan senjata tajam jenis parang. 

Insiden tersebut sempat direkam warga dan beredar luas di grup WhatsApp, sehingga memicu kepanikan di sekitar lokasi. Salah satu warga, Yahya (27), yang berada di tempat kejadian segera melaporkan peristiwa itu kepada pihak berwajib.

Ia menjelaskan, perkelahian bermula dari adu mulut di dalam mobil. Setelah mobil menabrak pagar, penumpang berbaju hitam keluar dan langsung terlibat baku hantam. Keadaan semakin mengerikan ketika salah satu pria lainnya mengeluarkan sebilah parang panjang. 

“Kejadian tadi pukul 18.26 Wita saat masuk salat Magrib,” kata Yahya, Selasa (4/8/2026).

Korban berbaju hitam sempat mencoba melerai, namun justru menjadi sasaran amukan. Korban yang terdesak bahkan terbirit lari menangkis sabetan parang dengan tangan kosong. Korban kemudian berlari menyelamatkan diri ke warung kelontong milik warga sekitar untuk meminta perlindungan warga.

“Sempat ada aksi kejar-kejaran tadi, tapi korban selamat,” ungkapnya.

Menanggapi perkelahian tersebut, Kapolsek Kota Bangun, AKP Asnan Rusmawan, langsung bergerak cepat mengamankan ketiga pria tersebut ke mapolsek. Ia menjelaskan bahwa ketiga orang tersebut sebenarnya adalah teman dekat dan bahkan masih memiliki hubungan keluarga. 

“Mereka ini berteman, bahkan ada yang bersaudara. Mereka baru pulang bersama-sama dari kerja di kebun sawit. Parang yang digunakan itu memang parang kebun yang sudah ada di dalam mobil,” ujarnya. Ia menjelaskan, keributan dipicu karena masalah sepele. Mereka awalnya terlibat cekcok mulut di dalam mobil saat perjalanan pulang. 

Akibat sopir kurang hati-hati dan kehilangan kendali karena emosi, mobil akhirnya menabrak pagar seng warga. “Gara-gara tabrakan itu, mereka makin emosi dan ribut di luar. Temannya marah karena kaget atau tidak terima dengan cara membawa mobilnya. Jadi tidak ada motif kejahatan lain,” tambahnya. 

Meski sempat membuat warga sekitar heboh dengan adanya aksi pembacokan, AKP Asnan memastikan kondisi di lapangan sudah sepenuhnya kondusif.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, dan luka yang dialami korban segera ditangani. Saat ini ketiga orang tersebut sedang dibina di Polsek Kota Bangun. Pihak kepolisian juga sedang memediasi proses ganti rugi perbaikan pagar warga yang rusak akibat ditabrak. 

Editor: Erwin

Tags:

Kutai KartanegaraBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Kutai Kartanegara.