Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak fenomena El Nino yang dapat memicu kemarau panjang ekstrem.
Kepala Pelaksana BPBD Kukar, Setianto Nugroho Aji, menjelaskan, El Nino berpotensi menurunkan curah hujan secara drastis hingga 20–60 persen. Kondisi ini dapat menyebabkan kekeringan berkepanjangan yang berlangsung selama berbulan-bulan, bahkan hingga lebih dari setahun, terutama akibat pengaruh perubahan iklim global.
BPBD Kukar juga telah memetakan empat ancaman utama yang perlu diantisipasi. Pertama, peningkatan signifikan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat vegetasi yang mengering. Kedua, ancaman gagal panen pada sektor pertanian karena minimnya ketersediaan air.
Ketiga, penyusutan sumber air baku yang berpotensi mengganggu pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Keempat, peningkatan kasus penyakit, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan penyakit kulit, seiring memburuknya kualitas lingkungan saat musim kering.
"Masyarakat tidak bisa menghentikan fenomena alam El Nino, tetapi sangat bisa menekan risiko dampaknya secara signifikan," kata Setianto Nugroho Aji, Jumat (7/8/2026).
BPBP Kukar juga meminta warga untuk tidak membakar sampah, membuka lahan dengan cara dibakar, atau membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu karhutla.
Warga juga selalu mengikuti pembaruan situasi dan instruksi berkala dari BPBD Kukar demi menghadapi potensi bencana.
"Jika menemukan titik api atau mengalami krisis air bersih, segera hubungi layanan kedaruratan Call Center 112. Pantau situs resmi bpbd.kukarkab.go.id, atau ikuti akun Facebook resmi bpbdkukar," tutupnya.
Editor: Erwin




