Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Kutai Kartanegara

Tidak Ada Korban Tambahan Pasca Keracunan MBG di Sebulu 

Koran Kaltim
9 Agustus 2026
0 views
2 min
Situasi Puskesmas Sebulu I, Kecamatan Sebulu. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)

Penulis: Muhammad Anshori

KORANKAKTIM.COM, TENGGARONG - Camat Sebulu, Edy Fahruddin, memastikan  situasi pasca insiden keracunan Makanan Bergizi Geratis (MBG) di wilayahnya hingga saat dalam kondisi aman dan  tidak ada laporan mengenai adanya korban tambahan terkait kasus dugaan keracunan massal tersebut.

Berdasarkan pemantauan terakhir, kondisi para pasien yang sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan dilaporkan terus membaik. Tidak adanya pasien baru atau korban lama yang kembali mengeluhkan gejala ke Puskesmas Sebulu jadi indikator kuat penanganan medis telah berjalan optimal dan tuntas.

"Kalau tidak ada lagi keluhan dan tidak ada warga yang kembali datang ke Puskesmas, situasi saat ini bisa dikatakan sudah aman dan terkendali," kata Edy, Minggu (9/8/2026).

Terkait dengan penyebab pasti dari penurunan kualitas makanan tersebut Edy menyatakan pihak berwenang masih menunggu hasil resmi pengujian sampel dari laboratorium. Sesuai prosedur teknis, proses uji laboratorium ini diperkirakan memakan waktu antara satu hingga dua minggu.

Edy juga enggan berspekulasi lebih jauh mengenai detail penyebab medis maupun kesalahan teknis pengolahan makanan. Ia menyerahkan sepenuhnya perkara pemeriksaan tersebut kepada instansi dan bagian yang lebih memahami bidang tersebut.

"Untuk hasil lab secara teknis itu memakan waktu satu sampai dua minggu. Saya pribadi kurang paham detail teknisnya, jadi biarkan bagian yang memang ahli dan berwenang yang nanti menjelaskan hasilnya," ujarnya.

Meskipun data terakhir mencatat jumlah akumulasi korban sempat menyentuh angka 85 orang sebelum seluruhnya membaik, Edy Fahruddin berharap kejadian ini menjadi momentum evaluasi besar. Ia menekankan bahwa ke depannya, beban pengawasan mutu tidak boleh ditumpukan kepada para ibu atau orang tua murid saja.

Jika program MBG ini kembali berjalan, mekanisme pengawasan sejak awal rantai distribusi harus diperketat secara ketat.

Setiap satuan pendidikan diminta memaksimalkan peran Person in Charge (PIC) atau petugas penanggung jawab di masing-masing sekolah.

PIC sekolah wajib melakukan pengecekan kelayakan secara ketat terhadap setiap porsi makanan sebelum dibagikan langsung kepada para siswa.

"Harapan saya, ke depan pengawasan harus diperketat. Sebelum makanan diberikan kepada anak-anak kita, semuanya harus dicek terlebih dahulu. Optimalkan peran PIC di sekolah untuk menyaring kelayakan makanan agar tidak ada lagi kekhawatiran atau trauma pada ibu-ibu dan anak-anak kita saat bersekolah," pungas Edy.

Editor: Aspian Nur

Tags:

Kutai KartanegaraBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Kutai Kartanegara.