Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Nasional

Virus Nipah Mewabah di India, Dinas Kesehatan Bali Monitor Kedatangan Wisatawan

Koran Kaltim
2 Oktober 2023
889 views
2 min
Ilustrasi virus nipah. (istimewa)

KORANKALTIM.COM - Virus Nipah kembali mewabah di India. Pemerintah setempat melaporkan sejauh ini tidak ada penambahan kasus baru, yakni total enam kasus dengan dua di antaranya meninggal dunia. Pihak berwenang sudah melakukan tes massal virus Nipah pada lebih dari seribu orang, 61 sampel diambil dari kelompok berisiko tinggi.

Seluruhnya merupakan kontak erat yang juga meliputi petugas kesehatan, kabar baiknya hasil tes dinyatakan negatif. Meski begitu, Kementerian Kesehatan RI memperkuat surveilans untuk menghindari risiko penyebaran virus mematikan dengan angka kematian melampaui 70 persen.

Jejak Nipah di Indonesia sejauh ini hanya tercatat pada hewan, belum ditemukan penularan pada manusia. Sebagai kewaspadaan, Dinas Kesehatan Bali tetap memonitor kedatangan wisatawan atau pelaku perjalanan dari India.

"Yang merebak India, nah tentu tiap masyarakat yang pernah berkunjung ke sana atau orang India yang banyak sekarang berkunjung ke Bali, ada keluhan seperti itu perlu kita curigai, kita ambil pemeriksaan darahnya dan melakukan penyelidikan epidemiologi," jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bali I Wayan Widia, dilansir dari detikhealth.com, Senin (2/10/2023).

Pasalnya, wisatawan India menjadi pendatang kedua terbanyak di Pulau Dewata berdasarkan catatan Januari hingga Agustus 2023 yakni 288.873 kunjungan. Dinkes Bali menyebut gejala awal yang perlu diwaspadai adalah munculnya demam dan ruam.

Hingga kini belum ditemukan keluhan serupa pada wisatawan yang datang. Namun, ia tetap berkoordinasi dengan kantor kesehatan pelabuhan (KKP) agar setiap pelaku perjalanan dilakukan pemantauan atau skrining awal khususnya dengan riwayat perjalanan ke daerah wabah.

Virus Nipah paling berisiko menyebar melalui hewan atau rervoir pembawa virus seperti kelelawar, Widia mengimbau sebisa mungkin masyarakat menghindari kontak langsung lantaran penyebarannya bisa menular melalui urine, air liur, hingga makanan yang terkontaminasi. "Kelelawar buah dan babi diketahui telah terbukti memberikan wabah virus Nipah di Malaysia dan Singapura," bebernya.


Editor: Maruly Zainuddin

Tags:

NasionalBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Nasional.