Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Nasional

Emas Pertama Buat Kaltim, Kriket Nomor Tanding T10 Kalahkan Sulsel di PON XXI/2024

Koran Kaltim
8 September 2024
543 views
2 min
Kriket Kaltim yang berhasil menyabet medali emas pertama buat daerah di PON. (Foto: Kriket Kaltim)

Penulis: Ainur Rofiah

KORANKALTIM.COM, MEDAN - Emas pertama untuk Kaltim, diperoleh tim kriket di nomor tanding T10, pada Pekan Olahraga Nasional (PON), Minggu (8/9/2024) sore. Emas diperoleh usai melawan Sulawesi Selatan (Sulsel) pada final.

Manajer kriket Kaltim, Andi mengatakan bahwa raihan medali emas ini adalah sejarah baru bagi kriket Kaltim.

Sesuai komitmen peraihan medali, pihaknya memang menargetkan peraihan emas pada PON XXI/2024 di Aceh dan Sumut ini.

“Ini adalah sejarah baru bagi kriket Kaltim, dan apa yang disampaikan selama beberapa PON, baru kali ini. Dan alhamdulillah apa yang kita targetkan sudah tercapai,” kata Andi.

Hingga menitikkan air mata, Andi mengaku medali emas ini dipersembahkan untuk mendiang Budi Irawan (Ketua Kriket) yang sempat menargetkan peraihan tersebut.

“Mungkin ini adalah sebagai amanah almarhum, beliau pak Budi Irawan menginginkan pada PON Aceh dan Sumut bisa meraih medali emas,” terangnya.

Selain itu juga, pesan yang tak dilupakannya, atlet diminta terus meningkatkan prestasi mulai dari perunggu, perak dan mencapai emas pada hari ini. Sementara itu, Kapten tim kriket, Berlian Duma Pare mengatakan untuk melawan Sulsel memang dirinya merasa percaya diri.

“Untuk melawan Sulsel ini sih kita cukup confident (percaya diri) banget. Yang tadi sebetulnya bikin deg-degan itu di semi final, kita memang habis-habisan,” kata Berlian.

“Karena kita tahu Sulsel ini kan setara dengan kita, sedangkan DKI Jakarta ini di atas. Tapi puji tuhan kita menang lawan DKI Jakarta,” lanjutnya.

Kemenangan atas DKI Jakarta itu membuat pihaknya bisa benafas lega untuk melawan Sulsel. Kata Berlian, ini sejarah buat kriket Kaltim. Tiga kali bermain di PON, inilah kali pertama timnya dapat meraih emas.

Dia berharap, dengan diraihnya medali emas di cabor kriket ini, pemerintah bisa membuatkan lapangan khusus kriket, mengingat di Kaltim tidak ada. “Selama ini kami tidak punya lapangan, latihan kami mandiri, ada lapangan kosong kami pakai,” pungkasnya.

Editor: Supiansyah

Tags:

NasionalBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Nasional.