Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Nasional

Target Tak Terpenuhi, Judo Kaltim Pulang Hanya Lima Perunggu

Koran Kaltim
15 September 2024
347 views
2 min
Para atlet dari Kaltim yang berhasil menyabet medali perunggu di PON XXI/2024. (Foto: Ainur/Korankaltim.com)

Penulis: Ainur Rofiah

KORANKALTIM.COM, BANDA ACEH – Tak satu pun medali emas berhasil dibawa pulang tim judo Kalimantan Timur setelah menjalani pertandingan di Universitas Syiah Kuala (USK), Kota Banda Aceh pada  Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024.

Sudah berjuang maksimal, target dua medali emas yang sudah digadang sejak awal “tersapih” menjadi lima perunggu dari lima nomor yang berbeda.

Medali perunggu diraih Frika Singgi dari kelas 48 kilogram, Bagus Satria Putra -60kg, Yaumil Aqsarini -52 kg dan Muhammad Deni -66kg.

Sedangkan Judo Arrasy di nomor 73 kg menjadi judoka Benua Etam terakhir yang berhasil mendapatkan perunggu setelah sebelumnya mendapatkan kartu merah.

Pelatih judo Kaltim Siti Aminah mengaku harapan terakhir memang ada di judo arrasy yang ditargetkan medali emas namun fakta lapangan tak sesuai harapan. Menurutnya wasit terburu-buru mengambil keputusan golden score sehingga kesempatannya menuju medali perak harus terhenti di perunggu.

“Harapan kami di Judo Arrasy yang minimal bisa perak ya. Tapi karena perwasitan memutuskan dan kami tidak bisa menyalahkan siapa-siapa juga. Tuhan sudah kasih yang terbaik, kami tetap bersyukur,” kata Ami, sapaan akrabnya.

Jam terbang dan sparing partner menjadi alasan tim Kaltim tak bisa menembus ke final apalagi Kaltim dihadapkan dengan tim Jawa Barat (Jabar) dan DKI Jakarta yang mengeluarkan semua atlet andalannya termasuk atlet nasional.

“Jam terbang memang tidak membohongi, kalau saja kami disetujui try our ke luar negeri untuk sparing partner, saya berani taruh target di emas,” tegas Ami.

Ami mewakili tim judo Kaltim meminta maaf karena belum bisa memenuhi target yang sudah diberikan oleh KONI Kaltim, yakni satu emas.

Editor: Aspian Nur

Tags:

NasionalBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Nasional.