Penulis: Ainur Rofiah
KORANKALTIM.COM, BANDA ACEH – Tak satu pun medali emas berhasil dibawa pulang tim judo Kalimantan Timur setelah menjalani pertandingan di Universitas Syiah Kuala (USK), Kota Banda Aceh pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024.
Sudah berjuang maksimal, target dua medali emas yang sudah digadang sejak awal “tersapih” menjadi lima perunggu dari lima nomor yang berbeda.
Medali perunggu diraih Frika Singgi dari kelas 48 kilogram, Bagus Satria Putra -60kg, Yaumil Aqsarini -52 kg dan Muhammad Deni -66kg.
Sedangkan Judo Arrasy di nomor 73 kg menjadi judoka Benua Etam terakhir yang berhasil mendapatkan perunggu setelah sebelumnya mendapatkan kartu merah.
Pelatih judo Kaltim Siti Aminah mengaku harapan terakhir memang ada di judo arrasy yang ditargetkan medali emas namun fakta lapangan tak sesuai harapan. Menurutnya wasit terburu-buru mengambil keputusan golden score sehingga kesempatannya menuju medali perak harus terhenti di perunggu.
“Harapan kami di Judo Arrasy yang minimal bisa perak ya. Tapi karena perwasitan memutuskan dan kami tidak bisa menyalahkan siapa-siapa juga. Tuhan sudah kasih yang terbaik, kami tetap bersyukur,” kata Ami, sapaan akrabnya.
Jam terbang dan sparing partner menjadi alasan tim Kaltim tak bisa menembus ke final apalagi Kaltim dihadapkan dengan tim Jawa Barat (Jabar) dan DKI Jakarta yang mengeluarkan semua atlet andalannya termasuk atlet nasional.
“Jam terbang memang tidak membohongi, kalau saja kami disetujui try our ke luar negeri untuk sparing partner, saya berani taruh target di emas,” tegas Ami.
Ami mewakili tim judo Kaltim meminta maaf karena belum bisa memenuhi target yang sudah diberikan oleh KONI Kaltim, yakni satu emas.
Editor: Aspian Nur




