Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Nasional

Prestasi Panjat Tebing Terjun Bebas, FPTI Kaltim Pensiunkan Semua Atlet, Cari yang Baru dari Porprov 2026

Koran Kaltim
22 September 2024
381 views
2 min
Atlet Kaltim di nomor speed mix beregu di posisi ketiga pada UPP panjat tebing. (Foto: Ainur/Korankaltim.com)

Penulis: Ainur Rofiah

KORANKALTIM.COM, BANDA ACEH – Cabang olahraga panjat tebing sejatinya selalu jadi andalan Kalimantan Timur utamanya setiap pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) berlangsung.

Selalu ada medali emas yang dibawa pulang para pemanjat Benua Etam, hal mana yang membuat nama Kaltim pun disegani provinsi lain dalam setiap kejuaraan yang berlangsung di tingkat nasional.

Namun seiring waktu, prestasi atlet panjat tebing Kaltim semakin menurun. Terbaru pada PON XXI/2024 di Aceh-Sumatera Utara, hanya satu medali itu pun perunggu yang berhasil diraih atlet panjat tebing Kaltim dari nomor speed mix combine atas nama Maria dan Pengeran.

Terkait hal itu, Ketua Umum Pengurus Provinsi Federasi Panjat Tebing Indonesia (Pengprov FPTI) Kaltim Misbachul Coir menjelaskan, banyak yang harus dibenahi sebelum menuju PON berikutnya di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timu (NTT) tahun 2029 mendatang, utamanya mengganti semua personel yang secara usia sudah tidak memungkinkan.

FPTI Kaltim menjadwalkan evaluasi secara menyeluruh dengan mengganti semua atlet dan regenerasi diawali dengan pencarian atlet pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Paser tahun 2026 mendatang yang jadi kesempatan bagi atlet baru untuk gabung. “Harus benar-benar kami perhatikan lagi kedepannya,” ujar Misbach kepada Korankaltim.com Minggu (22/9/2024).

Pada pertandingan yang berlangsung  tiga pekan di Stadion Harapan Bangsa (SHB), Banda Aceh, Misbach mengaku atlet-atletnya sudah berjuang. “Selama tiga minggu saya menemani atlet disini, kami sudah berjuang, walaupun rezekinya hanya sampai di perunggu,” ujarnya.

“Total 16 nomor yang diikuti, untuk boulder beregu kami dapat perak di PON XX/2021 di Papua. Di BK (Babak Kualifikasi) PON kemarin sempat emas. Target awal kami di PON tahun ini satu emas, satu perak dan satu perunggu,” ungkap Misbach lagi.

“Kalau di panjat tebing bukan masalah kemampuan, kadang keberuntungan juga berperan penting. Bahkan atlet yang meraih medali emas Olimpiade pun kalah,”  paparnya.


Editor: Aspian Nur

Tags:

NasionalBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Nasional.