Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Nasional

Jalan Rusak di KM 28 Desa Batuah Berdampak ke 21 Rumah, Hari Ini BBPJN Kaltim Lakukan Investigasi Tanah

Koran Kaltim
22 Mei 2025
0 views
2 min
Jalan poros di KM 28 Desa Batuah, sudah bisa dilewati kendaraan roda dua dan roda empat secara bergantian. (dokantaranews)

Kerusakan jalan yang terjadi di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berdampat pada rusaknya 21 rumah di kawasan tersebut, tepatnya di jalan poros Samarinda-Balikpapan Kawasan Soekarno-Hatta Kilometer (KM) 28. 

"Dari 21 rumah terdampak itu melibatkan 28 KK (Kepala Keluarga) dengan total 88 jiwa. Jumlah ini diperkirakan bakal terus bertambah mengingat pergerakan tanah masih terjadi di lokasi tersebut," kata Kepala Desa Batuah Abdul Rasyid melansir dari antaranewskaltim.com Kamis (22/5/2025) hari ini

Longsor di Jalan KM 28 Desa Batuah yang semakin parah sejak Kamis (15/5/2025) tidak hanya merusak permukiman warga tetapi juga membuat kondisi infrastruktur jalan nasional ambles.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kaltim Achmad Rasyidi memastikan bahwa para korban mendapatkan bantuan logistik dari hasil koordinasi dengan Dinsos Kabupaten Kutai Kartanegara.

"Warga yang terdampak yang mendapatkan bantuan sudah kami catat berdasarkan laporan Dinas Sosial Kukar. Logistik itu sudah kami siapkan sebelumnya di setiap kabupaten untuk jaga-jaga manakala ada bencana," ujar Rasyidi.

Untuk perbaikan infrastruktur jalan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur melakukan penanganan darurat untuk memulihkan akses vital ruas jalur poros Samarinda-Balikpapan agar bisa dilalui usai amblas akibat longsor.

Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha BBPJN Kaltim Budi Faizal menambahkan, penanganan yang dilakukan bersifat sementara, yaitu memperkuat tebing dengan cerocok. Mereka juga sudah memasang rambu-rambu lalu lintas serta normalisasi filtrasi rembesan air menggunakan bak kontrol yang dialirkan dengan pipa. Saat ini, lalu lintas sudah dapat melewati jalur tersebut meskipun masih satu arah.

Meski lalu lintas terpantau lancar, BBPJN Kaltim menghadapi sejumlah kendala dalam penanganan sementara maupun perencanaan penanganan permanen diantaranya permintaan akses dari warga terdampak untuk memindahkan barang-barang dari rumah mereka yang roboh.

Selain itu, pihak PLN dan BBPJN Kaltim perlu mempersiapkan penebangan pohon dan pembersihan lahan untuk jalur samping.

Hari ini dijadwalkan investigasi tanah dengan metode boring test dilakukan dengan pendampingan dari Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN).

BBPJN Kaltim juga masih menunggu dokumen kebencanaan dari Bupati Kutai Kartanegara untuk melakukan tindak lanjut.

Untuk penanganan permanen, BBPJN Kaltim kemungkinan akan melakukan alih trase jalan. Namun, rencana ini masih menunggu pemindahan tiang listrik oleh PLN. "Kalau tiang listrik sudah dipindah, kita bisa relokasi sehingga bisa masuk jadi dua jalur," jelas Faizal.


Editor: Aspian Nur

Tags:

NasionalBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Nasional.