Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Nasional

Misteri Belum Terungkap, Bigfoot Kembali Terlihat di Hutan Nevada

Koran Kaltim
31 Juli 2025
0 views
4 min
Meski tidak terlihat jelas, namun banyak orang yang melihat makhluk dalam hutan ini adalah Bigfoot, hewan mirip kera berukuran besar yang masih jadi misteri hingga saat ini. (gettyimages)

KORANKALTIM.COM - Seorang pria yang sedang mengajak anjing-anjingnya berjalan-jalan di Pegunungan Sierra Nevada di Amerika Serikat yang tertutup salju berhasil merekam sosok misterius yang berlari di kejauhan, memicu perdebatan baru tentang keberadaan Bigfoot alias Si Kaki Besar.

Rocky Mountain Sasquatch Organization (RMSO) menerima video tersebut dari seorang pria yang diidentifikasi bernama Bill dan menjelaskan kalau penampakan itu terlihat Mei 2025 lalu di Coyote Ridge, California.

Bill sedang merekam anjing-anjingnya bermain di salju ketika ia melihat sesuatu bergerak di sisi kiri frame. "Subjek bergerak sangat halus, tidak ada atau sangat sedikit gerakan naik turun," ujar Bill kepada tim peneliti Sasquatch melansir laman dailymail.co.uk Kamis (31/7/2025) hari ini.

Kedua anjing Bill sedang bermain di dekat batas pepohonan ketika mereka mulai menggonggong seolah-olah menyadari sesuatu atau seseorang bergerak di hutan.

Namun baru setelah Bill memutar ulang rekaman tersebut, ia menyadari apa yang mungkin telah dilihat anjing-anjingnya, lapor Coast to Coast.  "Awalnya, saya pikir ia bahkan tidak menggerakkan lengannya. Namun setelah memperbesar bagian tersebut hingga 400 persen dengan makhluk di dalamnya, saya dapat melihat ia menggerakkan lengannya," sebut Bill lagi.

Versi video yang telah disempurnakan memperlihatkan tampilan yang lebih jelas dari sosok misterius tersebut, yang tampak sepenuhnya berwarna gelap dan memiliki bentuk kepala yang tidak biasa.

"Satu diantara satu aspek penting dari insiden ini adalah, selain melihat ke arah Bigfoot yang diduga, anjing tersebut tidak menggonggong atau memberikan respons lain sebelum berjalan santai menjauh dari tempat ia melihat makhluk itu," kata peneliti yang melihat video itu.

RMSO juga menunjukkan pergerakan figur yang tidak biasa tersebut sebagai indikator potensial keberadaan sesuatu yang bukan manusia. "Makhluk Bigfoot ini bisa dibilang bergerak sangat cepat ketika tidak memiliki banyak tempat berlindung," kata kelompok tersebut. "Lalu, begitu mencapai tempat berlindung, ia tampak berjongkok untuk bersembunyi dan mengamati orang-orang di sekitarnya," jelas mereka.

Video tersebut kemudian beredar daring, membangkitkan kembali minat di antara mereka yang percaya maupun skeptis. Namun beberapa penonton yang melihat video itu dengan skeptis mengatakan sosok itu terlalu jauh untuk diidentifikasi dengan jelas dan kemungkinan besar adalah seseorang yang bersembunyi diantara pepohonan.

Meskipun beberapa orang menganggap rekaman tersebut tidak meyakinkan, yang lain menganggapnya sebagai bukti kuat tentang Bigfoot, makhluk legendaris yang konon berkeliaran di alam liar Amerika Utara.

Pegunungan Sierra Nevada merupakan lokasi populer untuk penampakan Bigfoot dengan beberapa peneliti seperti Ron Morehead mengklaim telah mengumpulkan rekaman audio yang mereka yakini merekam vokalisasi Bigfoot.

Vokal atau suara tersebut menurut para peneliti Sasquatch ini merupakan campuran suara mirip manusia dan suara-suara unik yang tak teridentifikasi.

Pegunungan Sierra Nevada, yang membentang di sepanjang California timur hingga Nevada, telah menerima laporan Bigfoot secara sporadis selama beberapa dekade, terutama di kawasan hutan terpencil seperti Taman Nasional Yosemite, Hutan Nasional Tahoe serta Hutan Nasional Eldorado dan Stanislaus.

Kisah tentang makhluk besar, berbulu, dan mirip manusia sudah ada sejak berabad-abad lalu dalam budaya Pribumi di seluruh Amerika Utara, dimana makhluk itu dikenal sebagai Sasquatch  yang berarti “manusia liar”.

Laporan modern pertama yang dipublikasikan secara luas tentang Bigfoot muncul pada tahun 1958, ketika jurnalis Humboldt Times Andrew Genzoli menerbitkan surat dari seorang pembaca yang menggambarkan jejak kaki besar dan misterius yang ditemukan di dekat lokasi penebangan di Bluff Creek, California.

Surat itu memicu minat publik yang luas. Kisah-kisah lanjutan, beberapa diantaranya dengan bercanda menyebut makhluk itu sebagai Bigfoot, turut melejitkan legenda tersebut ke arus utama.

Bukti dugaan Bigfoot yang paling terkenal dan masih diperdebatkan dengan sengit muncul pada tahun 1967, ketika Roger Patterson dan Bob Gimlin merekam video yang kini menjadi ikon, menampilkan sosok besar berbulu yang berjalan di hutan di Bluff Creek, California.

Dikenal sebagai film Patterson-Gimlin, rekaman itu diambil selama ekspedisi mereka untuk menemukan makhluk yang sulit ditangkap itu. Kedua pria itu sedang menunggang kuda ketika mereka berbelok di sebuah tikungan dan dilaporkan melihat sosok yang menjulang tinggi seperti kera berjalan di sepanjang dasar sungai.

Terkejut, kuda Patterson berdiri tegak. Ia segera turun, meraih kameranya dan bergegas merekam sosok itu, melambaikan kamera dengan satu tangan sambil berusaha menjaga subjek tetap dalam bingkai.

Rekaman itu stabil cukup lama untuk menangkap momen ketika makhluk itu berbalik dan melihat ke balik bahu kanannya sebelum menghilang di balik pepohonan.

Bertahun-tahun kemudian, Bob Heironimus, seorang pensiunan penjual botol Pepsi dari Yakima, Washington mengklaim dialah orang yang mengenakan kostum yang digunakan untuk memalsukan rekaman tersebut.

Namun Gimlin yang masih hidup saat ini, secara konsisten membantah klaim tersebut dengan menyatakan yang ia dan Patterson lihat hari itu bukanlah seorang pria berjas, melainkan Bigfoot.


Editor: Aspian Nur

Tags:

NasionalBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Nasional.