Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Nasional

Ikut Terkena Ledakan, Seorang Siswa SMAN 72 jadi Tersangka

Koran Kaltim
8 November 2025
0 views
3 min
Barang bukti yang diamankan polisi dari dalam masjid SMA Negeri 72 Jakarta setelah ledakan hebat terjadi kemarin. (reuters)

KORANKALTIM.COM - Polisi masih mengidentifikasi seorang tersangka, seorang siswa berusia 17 tahun yang bersekolah di SMA Negeri 72, Kelapa Gading, Jakarta, menyusul ledakan yang terjadi di masjid sekolah tersebut saat salat Jumat (7/11/2025) kemarin.

Pelajar yang jadi tersangka tersebut mengalami luka serius dan menjalani operasi karena ikut terkena ledakan saat kejadian.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo mengonfirmasi hal itu kepada media. Siswa yang dijadikan tersangka merupakan satu diantara dua orang yang dioperasi setelah serangan itu, sementara penyelidikan difokuskan pada identitas dan lingkungan keluarga serta sosialnya.

Diketahui pada ledakan yang mengguncang masjid SMA Negeri 72  Kelapa Gading ada 55 orang  terluka, sebagian besar pelajar. Ledakan terjadi sekitar tengah hari, tepat saat khotbah Jumat dimulai.

Di tempat kejadian perkara, pihak berwenang menemukan pistol mainan dengan tulisan supremasi, termasuk kalimat-kalimat kebencian dan referensi kepada Brenton Tarrant, pelaku serangan Christchurch yang menewaskan 51 orang pada tahun 2019.

Penyidik sedang bekerja untuk menentukan motif di balik serangan itu, termasuk hipotesis tentang kemungkinan riwayat perundungan di sekolah yang mungkin memengaruhi keputusan tersangka, menurut kepolisian Jakarta.

Melansir dari Reuters Sabtu (8/11/2025) hari ini, juru bicara kepolisian menyatakan beberapa orang yang terluka berada di dekat pengeras suara masjid saat ledakan terjadi dan beberapa mengalami gangguan pendengaran.

Keluarga dan teman-teman siswa yang terluka mendatangi Rumah Sakit Yarsi dan Cempaka Putih untuk mencari informasi. Rumah sakit tersebut mendirikan pusat dukungan bagi anggota keluarga, sementara tim dukungan medis dan psikologis memberikan bantuan kepada siswa dan guru.

Lahan sekolah ditutup untuk keperluan analisis forensik dan ahli. Diantara barang-barang yang diamankan adalah kotak sumbangan yang rusak dan sebuah kipas angin. Pihak berwenang mengintensifkan penyelidikan untuk mengidentifikasi bahan peledak dan menyelidiki lebih lanjut latar belakang tersangka

Kasus ini menarik perhatian karena sejarah serangan yang terjadi di Indonesia baru-baru ini, meskipun pengeboman masjid jarang terjadi. Serangan paling mematikan yang terjadi di Indonesia adalah pengeboman Bali tahun 2002 , yang menewaskan 202 orang, sebagian besar adalah turis asing.

Sejauh ini, belum ada kerusakan struktural besar yang dilaporkan pada bangunan keagamaan di sekolah tersebut, meskipun investigasi forensik masih berlangsung. Pesantren, yang terletak di kompleks angkatan laut yang menampung personel militer dan pensiunan, masih berada di bawah penjagaan polisi.

Ini bukan insiden pertama yang memengaruhi sebuah lembaga pendidikan di Indonesia dalam beberapa minggu terakhir. Sebulan yang lalu, tepatnya pada 30 September, musala Sekolah Islam Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk saat ratusan siswa, sebagian besar laki-laki berusia 12 hingga 19 tahun, sedang mengikuti kegiatan sekolah.


Editor: Aspian Nur

Tags:

NasionalBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Nasional.