Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Nasional

Asia Tenggara Dilanda Bencana, Filipina Kebingungan Dana Pengendalian Banjir Hilang karena Korupsi

Koran Kaltim
1 Desember 2025
0 views
2 min
Banjir di Filipina, penanggulangan bencana terkendala dana yang hilang karena dikorupsi para pejabat negara. (reuters)

KORANKALTIM.COM - Selain di Indonesia, hujan deras dan longsor juga badai merusak sebagian wilayah di Asia Tenggara, mulai dari Thailand, Malaysia, Filipina dan Sri Lanka, merugikan jutaan orang dan menewaskan lebih dari 900 orang di seluruh kawasan ini.

Setidaknya 170 orang tewas di Thailand dan beberapa kematian dilaporkan di Malaysia imbas banjir dan longsor yang melanda Asia Tenggara.

Badai tropis yang sangat langka bernama Siklon Senyar, menyebabkan longsor dan banjir yang dahsyat dengan rumah-rumah hanyut dan ribuan bangunan terendam.

Di Sri Lanka lebih dari 330 orang tewas akibat banjir dan longsor saat negara tersebut menghadapi satu dari beberapa bencana cuaca terparah dalam beberapa tahun terakhir.

Meskipun hujan deras telah mereda, daerah-daerah rendah di ibu kota Colombo masih terendam banjir dan banyak wilayah di pusat negara tetap terputus.

Di Filipina, puluhan ribu orang ikut serta dalam protes melawan korupsi pemerintah Minggu (30/11/2025) kemarin yang jadi kedua kalinya bulan ini, setelah serangkaian banjir dahsyat yang menewaskan lebih dari 200 orang.

Pemerintah telah mengakui dana besar yang seharusnya digunakan untuk pembiayaan pengendalian banjir telah hilang akibat korupsi. Kekecewaan publik atas masalah ini kini mengancam pemerintahan Presiden Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr.

Ada dua demonstrasi besar di ibu kota Manila, satu diorganisir oleh Gereja Katolik Roma dan yang lain oleh serikat pekerja, mahasiswa dan aktivis kiri.

Keluhan mereka sama, dana yang dialokasikan oleh pemerintah pusat untuk pertahanan banjir telah dialihkan ke kantong-kantong politisi korup, meninggalkan banyak komunitas dalam keadaan berbahaya akibat curah hujan yang sangat tinggi tahun ini.

Namun menentukan siapa yang bertanggung jawab ternyata lebih sulit. Marcos Jr telah memecat beberapa politisi dan pejabat yang dia tuduh mencuri dana banjir.

Namun satu dari politisi yang dipecat tersebut yang kini bersembunyi, menuduh presiden sendiri mengawasi korupsi dengan Marcos Jr menepis tuduhan itu sebagai propaganda.

Saudarinya sendiri Senator Imee Marcos kini bergabung dengan oposisi terhadapnya dan Wakil Presiden Sara Duterte, rival sengit presiden, mengatakan ia siap mengambil alih jika presiden dipaksa mundur padahal Sara pun menghadapi tuduhan korupsi untuk hal yang berbeda.

Banyak hal kini bergantung pada apakah protes akan terus berlanjut dalam beberapa minggu kedepan dan apakah lebih banyak lagi sekutu presiden akan meninggalkannya.

Dia akan menyadari dua pendahulunya, termasuk ayahnya, digulingkan oleh gerakan protes rakyat yang dipicu oleh korupsi.


Editor: Aspian Nur

Tags:

NasionalBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Nasional.