Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Olahraga

Kalahkan Ghana, Kolombia Bertemu Swiss di 16 Besar

Koran Kaltim
5 Juli 2026
0 views
2 min
Penyerang Ghana dari klub Manchester City Antoine Semenyo (tengah), diapit dua pemain Kolombia Jefferson Lerna (kiri) dan Daniel Munoz pada pertandingan di Kansas City. (Foto: apphoto/charlieriedel)

KORANKALTIM.COM - Jhon Arias mencetak gol dari umpan silang tajam Luis Suárez di menit-menit awal dan Kolombia berhasil mengendalikan Ghana dalam laga panas di Stadion Arrowhead Sabtu (4/7/2026), memastikan Los Cafeteros melaju ke Babak 16 Besar Piala Dunia dengan kemenangan 1-0.

Kemenangan yang membuat Kolombia akan bermain melawan Swiss di Vancouver, British Columbia, untuk memperebutkan tempat di perempat final alias 16 Besar.

Pertandingan baru berjalan beberapa menit ketika penyerang Kolombia Jhon Córdoba tampaknya mengalami cedera pangkal paha, memaksa pelatih Néstor Lorenzo untuk memasukkan Suárez dari bangku cadangan sebagai pemain pengganti.

Ia langsung berperan dalam pertandingan: Pada menit ke-14, Daniel Muñoz memberikan bola kepada Suárez, yang mengirimkannya ke depan gawang dimana Arias menunggu untuk menendang melewati kiper Ghana Lawrence Ati Zigi untuk keunggulan 1-0.

Kolombia mengira mereka telah menggandakan keunggulan mereka pada menit ke-56, ketika Luis Díaz berhasil mencetak gol, namun bendera offside diangkat, dan penyerang Kolombia yang lincah itu melepaskan tembakan jarak dekat yang berhasil ditepis oleh Zigi beberapa menit kemudian.

Suhu 88 derajat Fahrenheit (31,1 Celcius) dengan indeks panas 96 terasa saat pertandingan dimulai pukul 20.30 waktu setempat, waktu mulai yang terlambat ini disengaja karena panas yang diperkirakan terjadi di musim panas Midwestern. Jeda minum yang telah menjadi kontroversial di banyak pertandingan tiba-tiba menjadi berkah karena para pemain dari kedua tim berjuang melawan dehidrasi dan kram.

Kolombia dengan mudah melewati babak penyisihan grup, hanya kebobolan satu gol dalam kemenangan atas Uzbekistan dan Kongo dan hasil imbang dengan Portugal. Mereka sangat mengesankan sehingga pelatih Spanyol Luis de la Fuente  menyebut mereka sebagai "kandidat untuk memenangkan Piala Dunia."

Stadion kandang tim NFL Chiefs memiliki tiga tingkat tempat duduk dengan deretan kursi kuning di antara kursi merah. Namun seluruh bagian tengah stadion yang terletak di sebelah timur pusat kota Kansas City itu dipenuhi warna kuning cerah Kolombia sekitar 2 jam sebelum pertandingan dimulai.

Ghana tahu mereka akan menjadi tim underdog. Namun, tim yang gagal lolos ke Piala Afrika tahun lalu untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade ini telah membuktikan kepada banyak kritikus bahwa mereka berhasil melewati grup sulit yang dipimpin oleh Inggris dan Kroasia.

Editor: Aspian Nur

Tags:

OlahragaBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Olahraga.