Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Olahraga

Batas Usia Diubah, Target Medali Futsal Samarinda di Porprov Terancam

Adi Putra
22 Juli 2026
0 views
2 min
Pelaksanaan Liga Maritim yang digelar Afkot Samarinda pekan lalu (istimewa).

Penulis : M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Target medali yang dibebankan kepada tim futsal Kota Samarinda pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) di Kabupaten Paser terancam sulit tercapai. 

Penyebabnya, perubahan regulasi batas usia atlet yang diputuskan hanya beberapa bulan menjelang pelaksanaan Porprov, sehingga memaksa daerah melakukan perombakan skuat yang telah dipersiapkan sejak lama.

Sekretaris Asosiasi Futsal Kota (Afkot) Samarinda, Rio Dedi, mengatakan saat Babak Kualifikasi (BK) Porprov seluruh daerah menggunakan ketentuan batas usia kelahiran 2007. 
Berbekal regulasi tersebut, Afkot Samarinda telah melakukan pembinaan dan membentuk tim sejak sekitar satu tahun sebelum BK digelar.

Namun, melalui Kongres AFK Kaltim pada Juli lalu, batas usia berubah menjadi kelahiran 2009. Perubahan tersebut membuat sebagian besar pemain yang mengantarkan Samarinda lolos BK berpotensi tidak lagi memenuhi syarat tampil pada Porprov.

“Saat BK, aturan batas usia yang disepakati adalah kelahiran 2007 dan kami sudah mempersiapkan skuat sejak satu tahun sebelumnya. Namun secara tiba-tiba dalam Kongres Juli lalu regulasinya diubah menjadi kelahiran 2009. Ini jelas merusak skema dan persiapan tim daerah,” ujar Rio kepada Korankaltim.com, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, perubahan regulasi yang terjadi sekitar tiga bulan sebelum Porprov sangat memberatkan daerah. Selain harus melakukan seleksi ulang, tim juga dituntut membangun kembali chemistry antarpemain dalam waktu yang sangat terbatas.

Rio menuturkan, target yang diberikan KONI Samarinda kepada cabor futsal disusun berdasarkan hasil BK Porprov, yakni medali emas untuk tim putri dan medali perak untuk tim putra. Target tersebut dinilai sulit dipertahankan apabila komposisi pemain harus berubah secara menyeluruh.

“KONI Samarinda tahunya kami juara BK dan menargetkan emas untuk putri serta perak untuk putra. Kalau sekarang pemainnya harus diganti dalam waktu sekitar tiga bulan, tentu sangat sulit membentuk tim yang matang. Kalau dipaksakan seleksi ulang untuk kelahiran 2009, kualitasnya juga belum tentu sama sehingga risikonya target medali gagal tercapai,” katanya.

Rio menilai penetapan regulasi seharusnya dilakukan jauh sebelum kejuaraan berlangsung agar daerah memiliki waktu yang cukup melakukan pembinaan. Ia menyebut perubahan aturan yang mendadak justru mengorbankan proses pembinaan yang telah berjalan dalam jangka panjang.

“Kami berharap aspirasi dari Samarinda dapat didengar oleh AFK Kaltim maupun PB Porprov. Yang kami butuhkan adalah kepastian aturan agar persiapan yang sudah dilakukan tidak menjadi sia-sia,” pungkasnya.

Editor: Erwin

Tags:

OlahragaBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Olahraga.