Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Opini

Di Kalimantan, Dua Jenis Hantu ini Bukan Termasuk Makhluk Tak Kasat Mata

Koran Kaltim
11 Agustus 2022
2.9K views
2 min
Ilustrasi Hantu (freepik.com)

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Korankaltim.com, pada Rabu 8 Agustus 2022, menerbitkan laporan tentang teror 'Hantu Kacak'. Disebutkan bahwa pengguna Facebook dengan nama akun Alam LK membagikan unggahan, pengalaman seorang wanita korban 'hantu Kacak' di kawasan Pal 9, Rempanga, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara Rabu (10/8/2022). 

Istilah 'Hantu Kacak' sudah lama ada. Tak dapat dipastikan kapan mula-mula istilah itu pertama kali digunakan, dan oleh siapa. 

Istilah ini merujuk bahasa tutur (lingua Franca) Kutai dan Banjar yang banyak digunakan di wilayah Kalimantan Timur dan sekitarnya, yang maknanya adalah sebutan untuk orang, yang melakukan pelecehan seksual, dengan meremas payudara seorang wanita secara tiba-tiba.

Hal ini, turut diamini Sejarawan Kalimantan Timur (Kaltim) Muhammad Sarip. Ia menyebut, di Pulau Kalimantan, khususnya Kaltim, memang terdapat kepercayaan terhadap makhluk astral berjenis horor. Misalnya hantu kuyang dan hantu banyu.

"Adapun hantu kacak, sependek pengalaman saya waktu kecil yang hidup di lingkungan tradisional pesisir Mahakam di Samarinda, ini bukan termasuk jenis makhluk kasat mata atau mitologis. 

Penyebutan hantu kacak lebih bermakna konotasi pelaku tindak asusila terhadap perempuan. Detailnya adalah melakukan aksi mesum berdurasi singkat pada satu dari organ tubuh perempuan di ruang publik, yang kemudian segera melarikan diri atau bersembunyi di kerumuman massa," beber Sarip, Kamis (11/8/2022).

Yang menarik, Sarip menyebut, selain hantu kacak, jenis hantu yang juga bukan makhluk astral adalah hantu bebinian. "Ini istilah lokal di kawasan selatan, tengah, dan timur Kalimantan yang disematkan untuk lelaki yang gemar kawin atau doyan menggoda perempuan. Barangkali sepadan dengan predikat playboy," tukasnya.

Sebuah jurnal yang terbitkan Universitas Lambung Mangkurat di Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel), berjudul "Hantu di Tengah Keramaian" menyebut bahwa istilah hantu, di wilayah Kalimantan selalu dikaitkan dengan sesuatu yang bersifat irasional atau tidak masuk akal. Namun demikian, Jurnal yang ditulis Nasrullah tersebut, juga mengakui bahwa istilah hantu, meski kerap dijauhi namun di saat bersamaan juga kerap menjadi bahan perbincangan.[]


Penulis : Rusdianto

Tags:

OpiniBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Opini.