Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Piala Dunia 2018

Sentimen Anti Turki di Kegagalan Jerman

Koran Kaltim
28 Juni 2018
1.0K views
2 min
Mesut Ozil (dua dari kanan) hanya menyaksikan intimidasi kepada dirinya saat berada di lorong kamar ganti

MOSKOW – Mesut Ozil mendapat intimidasi dari suppoter Jerman usai kalah 0-2 dari Korea Selatan dan tersingkir dari persaingan menuju 16 Besar Piala Dunia 2018 Rabu (27/6) tengah malam lalu.

Saat berjalan ke kamar ganti, Ozil mendapat hujatan dari pendukung Der Panzer namun tak dibalas oleh si pemain. Ofisial Jerman langsung mengarahkan Ozil untuk tetap masuk kamar ganti dan tak menghiraukan perilaku pendukung yang kecewa dengan kegagalan negaranya yang berstatus juara Piala Dunia 2014 silam.

Sebelum masuk kamar ganti Ozil dengan wajah kecewa karena kekalahan itu  melemparkan ikat kepalanya dan duduk sendiri di kursi pemain dan setelahnya berjalan masuk ruang ganti dengan cemoohan dari fans sendiri.

Disinyalir, intimidasi kepada Ozil terkait dengan kontroversi fotonya bersama Presiden Turki Tayyip Erdogan yang dianggap pemimpin negara yang mengabaikan hak asasi manusia. Tak hanya Ozil yang saat itu foto bersama Erdogan tapi juga Ilkay Gundongan, pemain Jerman lainnya. Baik Ozil dan Gundongan sendiri merupakan pemain Jerman berdarah Turki dan beragama Islam, hal mana yang juga jadi bagian dari sentimen lain fans Jerman kepada mereka.

Atas peristiwa itu Ozil dan Gundongan diperingatkan federasi sepakbola Jerman untuk tak mengulang hal yang sama namun tak pelak keduanya tetap mendapat cemooh dari fans Jerman. Itu sebabnya kegagalan Jerman di Piala Dunia kali ini dikaitkan dengan sentimen negara yang diarahkan khususnya kepada Ozil.

Pelatih Jerman Joachim Loew mengakui kalau intimidasi kepada Ozil dan Gundongan sudah membuat keduanya tak nyaman berada di timnas Jerman.  “Mereka menderita. Ilkay sangat kecewa setelah mendapat siulan dari fans Jerman di playoff lalu dan kami harus menjemputnya untuk tetap mau bermain bersama kami,” jelas Loew.

Kegagalan Jerman lolos ke 16 Besar tahun ini merupakan catatan terburuk selama 80 tahun keikutsertaan mereka di Piala Dunia. Loew pun mempertimbangkan untuk mengakhiri kebersamaan dengan Jerman usai kegagalan ini. Pada pertandingan tersebut Jerman kalah lewat dua gol yang dicetak Kim Young-gwon dan Son Heung-min. Meski menang Korea dan Jerman sama-sama tidak lolos ke fase knock out. 


Editor: Aspian Nur

Tags:

Piala Dunia 2018Berita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Piala Dunia 2018.