Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Piala Dunia 2018

Swedia vs Inggris : Meretas Sejarah 28 Tahun

Koran Kaltim
6 Juli 2018
1.2K views
2 min
Swedia   vs    Inggris :  Meretas Sejarah 28 Tahun

SAMARA – Inggris sudah berhasil mengakhiri kutukan kalah lewat adu penalti yang mereka rasakan di dua ajang dunia berbeda, Piala Dunia 1990, 1998, 2002 dan Piala Eropa 1996, 2004, 2012 dan sampai sejauh ini mereka berhasil menginjak fase perempatfinal di Piala Dunia 2018 dan rasa optimistis pun menaungi The Three Lions meretas jalan menuju fase lebih tinggi di Rusia.

Melaju ke 8 Besar merupakan yang pertama kalinya bagi Inggris setelah terakhir kali terjadi tahun 1990 silam. Hanya saja Swedia yang akan dihadapi di Samara Arena, Samara Sabtu (7/7) malam nanti pukul 22.00 Wita, juga menyimpan motivasi tinggi, mengulangi prestasi heroik maju ke semifinal seperti 1994

Sepanjang sejarah pertemuannya, Inggris telah mengalahkan Swedia delapan kali. Swedia menang tujuh kali, dan sembilan lainnya berkesudahan imbang. Rekornya cukup berimbang. Swedia dan Inggris sebelumnya pernah dua kali bertanding di pentas Piala Dunia, dan keduanya berkesudahan imbang. Di edisi 2002, mereka imbang 1-1. Di edisi 2006, mereka imbang 2-2.

Kapten tim Swedia Andreas Granqvist menegaskan tak sabar menghadapi Inggris. “Ini pertandingan yang sangat kami nantikan. Kami sudah tak sabar untuk menghadapi mereka dengan segala kekuatan yang kami miliki,” tegas  Granqvist yang sudah mencetak dua gol dari eksekusi penalti ini.

Swedia mencapai perempat final pada Piala Dunia 2018 untuk pertama kalinya dalam 24 tahun terakhir setelah terakhir kali mereka melakukannya pada Piala Dunia 1994.

Manajer Inggris Gareth Soutgate menyatakan Inggris telah terlalu banyak meremehkan Swedia di masa lalu dan hal itu boleh lagi mereka lakukan. “Inggris punya catatan buruk saat menghadapi Swedia. Kami telah meremehkan Swedia selama bertahun-tahun. Mereka sangat pandai melakukan apa yang mereka lakukan dan itu akan menjadi ujian yang sangat sulit,” sebut eks manajer Middlesbrough itu. (bbc)


Tags:

Piala Dunia 2018Berita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Piala Dunia 2018.