Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Pilkada 2018

Debat Publik Gubernur Kaltim, Pengamat: Paslon Masih Sungkan

Koran Kaltim
27 April 2018
766 views
2 min
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Unikarta, Toni Nurhadi

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Debat publik perdana calon gubernur dan wakil gubernur Kaltim yang berlangsung Rabu (25/4) lalu, dinilai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Unikarta, Toni Nurhadi  biasa-biasa saja. Masing-masing paslon dinilai sungkan untuk 'menyerang'.

“Debat biasa saja, karena antara mereka saling sungkan, karena rata-rata calon gubernur berlatar belakang mantan wali kota dan bupati, jagi ngak enak kalau saling bongkar saat masih menjabat kepala daerah dulu,” jelas Toni kepada korankaltim.com, Jumat (27/4).

Toni menyebutkan, dari paparan masing-masing paslon,  paslon nomor 1 Andi Sofyan Hasdam-Rizal Effendi dan paslon nomor 4 Rusmadi-Safaruddin lebih banyak bermain data. Sementara paslon nomor urut 3, Isran Noor-Hadi Mulyadi mengeluarkan bahasa yang lugas dan tegas. Cara ini ia nilai lebih mengena ke masyarakat.

Sedangkan paslon nomor urut 2, Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat dinilai belum menunjukkan penempilan yang luar biasa.

“Meski terkesan suasana yang cair, pasangan Isran-Hadi lebih lugas, karena menyinggung antrenn bensin di SPBU yang ada di Kaltim, serta listrik yang masih sering mati. Ini isu strategis yang lebih mengena ke rakyat,” paparnya.

Toni memprediksi  debat sesi 2 pada 9 Mei mendatang juga akan tetap biasa-biasa saja, karena dari debat perdana kemarin, karakter paslon sudah terlihat.

“Untung semua calon punya kesepahaman, bahwa ekonomi Kaltim sedang menurun drastis, dan diharuskan transformasi dari fokus terhadap pengerukan sumber daya alam berubah ke peningkatan sumber daya manusia (SDM),” jelasnya. (*)


Penulis : Andriansjah

Editor    : Supiansyah

Tags:

Pilkada 2018Berita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Pilkada 2018.