Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Pilkada 2018

Pemilih Kaltim Masih Terima Politik Uang

Koran Kaltim
21 Juni 2018
484 views
1 min
Ilustrasi

SAMARINDA - Hasil penelitian sikap pemilih pada Pilgub Kaltim 27 Juni 2018 mengungkap perilaku yang tak berubah. Pemilih di Kaltim cenderung masih menerima adanya politik uang. Parahnya lagi, politik uang justru bisa mengubah pilihan mereka tergantung seberapa besar yang bisa diterima.

“Kalau boleh saya katakan, pemilih di Kaltim masih pragmatis,” kata Fadly, Peneliti dari Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA, kemarin di Samarinda.

Hasil survei periode 2-8 Juni 2018, dengan 600 responden mengungkap ada sekitar 38,9 persen masih menerima adanya politik uang. Artinya, pemilih masih sangat familiar dengan pemberian uang saat pemilihan nanti. Setidaknya ada tiga kecenderungan para pemilih ini menerima politik uang. Pertama, mengubah pilihan pasangan calon tergantung pemberi uang terbesar. Kedua, menerima politik uang tapi tidak memilih pasangannya, dan ketiga, tetap menerima tapi tidak mengubah pilihan semula.

Dari hasiul survei ini juga terungkap, jika seluruh responden 98,2 persen sudah memastikan diri terdaftar sebagai pemilih. Jumlah ini menurut Fadly merupakan prestasi tersendiri bagi KPU Kaltim beserta jajarannya yang sudah bekerja keras mendata setiap warga menjadi pemilih sesuai dengan aturan.

“Ini KPU-nya yang bagus, nyaris semua pemilih sudah terdaftar,” kata dia. (sab)


Tags:

Pilkada 2018Berita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Pilkada 2018.