KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Regenerasi, itulah yang saat ini diperlukan KONI Kaltim seiring dengan krisis atlet yang dialami, dimana hanya tersisa 20 persen kekuatan Benua Etam untuk meraih medali emas saat PON XXII/2028 digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Target posisi 3 Besar yang dicanangkan Gubernur Rudy Mas’ud membuat kerja keras semua stakeholder mutlak diperlukan. Tantangan kian berat, mengingat Rusdiansyah Aras sebagai ketua umum saat ini sudah menyatakan diri tak ingin kembali memimpin organisasi yang menaungi seluruh cabang olahraga di Kaltim tersebut untuk periode 2026-2030 mendatang.
Itu artinya, beban akan ada dipundak ketua umum baru andai Rusdiansyah Aras benar-benar tak maju dalam bursa pencalonan ketua umum saat musyawarah provinsi (Musprov) Maret 2026 tahun depan.
Terkait hal itu, Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Boling Indonesia (Pengprov PBI) Kaltim Rusman Ya’qub melakukan telaah dengan menyebut regenerasi jadi kunci utama untuk mendapatkan atlet berprestasi
Rusman menyadari betapa menantangnya pekerjaan KONI Kaltim pada periode mendatang. “Untungnya Pak Rusdi sejak jauh hari sudah mempersiapkan regenerasi yang sudah diberlakukan di BK Porprov (Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi) yaitu aturan usia atlet yang berpartisipasi, maksimal 30 tahun. Itu jadi kunci utama untuk mendapatkan atlet muda berprestasi sekaligus mengatasi krisis atlet yang dihadapi,” papar Rusman kepada Korankaltim.com Rabu (15/10/2025) hari ini saat berdiskusi dengan pengurus Lembaga Kajian Olahraga Prestasi (LeKOP) Kaltim.
Ada tiga factor utama dalam membangun prestasi atlet sebut Rusman, yaitu pengurus, atlet dan pelatih. Kalau tiga unsur tersebut saling melengkapi, maka prestasi bukan sesuatu yang sulit diraih. “Harmonisasi semua unsur itu diperlukan demi meraih target yang diinginkan apalagi KONI Kaltim membawahi semua cabang olahraga,” sebutnya.
Secara terbuka Rusman mengungkapkan keinginannya untuk mencalonkan diri sebagai ketua umum KONI Kaltim yang baru dan sudah menyiapkan jalan lurus untuk olahraga di provinsi ini.
“Tidak boleh ada sekat antarpengurus. Kepengurusan KONI Kaltim saat ini sudah bagus, tapi harus lebih baik diperiode berikutnya,” ucap Rusman lagi.
Mengenai target 3 Besar pada PON XXII/2028, tak ada sesuatu yang mustahil menurutnya kalau semua dipersiapkan dari sekarang. “Yang penting bagaimana langkah awal. Komunikasi intensif harus dibangun dari sekarang dan membangun relasi disemua tingkatan. Dengan dukungan semua pihak saya siap untuk membangun jalan lurus demi prestasi olahraga Kaltim ke depan,” tegas Rusman yang juga mantan legislator Kaltim ini.
Dalam sisa waktu tiga tahun jelang PON 2028, Rusman berharap anggaran yang diberikan pemerintah kepada KONI Kaltim benar-benar bisa dimaksimalkan. “Yang perlu diingat, prestasi tak bisa sim salabim, memerlukan anggaran itu pasti, tapi anggaran yang diberikan harus menyentuh hati, jadi pelatih dan atlet bisa mempersiapkan diri secara maksimal demi mengangkat prestasi dan meraih medali emas di PON mendatang,” sebutnya.
Kalau memang diberi amanah oleh 68 pengurus cabang olahraga diseluruh Kalimantan Timur, Rusman siap memimpin KONI Kaltim.
Editor: Erwin




