Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Politik

Ketua DPD PKS Kukar Sebut Guru Adalah Superstar Dunia Akhirat

Koran Kaltim
24 November 2025
0 views
3 min
Ketua DPD PKS Kukar Ahmad Zainuddin (Heri/Korankaltim.com)

Penulis: Muhammad Heriansyah

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Zainuddin, mengatakan bahwa peringatan Hari Guru Nasional 2025 merupakan momentum yang tepat untuk merenung sejenak dan saling menguatkan antarsesama guru.

Zain, sapaan akrab politisi yang juga berlatar belakang sebagai guru itu, mengungkapkan bahwa menjadi guru di Kutai Kartanegara memiliki tantangan luar biasa, mulai dari harus menyeberangi sungai, menembus hutan, hingga memutar otak agar anak-anak tetap bersemangat belajar meski fasilitas yang tersedia sangat terbatas.

“Tapi ingat, teman-teman semua, profesi kita ini bukan cuma soal gaji atau tunjangan. Kita ini penerus warisan Nabi Muhammad SAW. Beliau sendiri dengan bangga bersabda. “Sesungguhnya aku ini diutus (oleh Allah) hanyalah sebagai guru.” (HR. Ibnu Majah). MasyaAllah, jadi kalau kita merasa lelah, ingatlah kita sedang mengikuti jejak manusia termulia, bapak ibu guru itu superstar dunia akhirat, karena ilmu dan pahalanya mengalir terus,” kata Zain kepada korankaltim.com, Senin (24/11/2025). 

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Kukar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) telah menetapkan dua prioritas pada 2025, yakni peningkatan infrastruktur dan pengembangan SDM guru. 

Zain menyatakan para guru harus memandang kebijakan tersebut bukan sekadar program kerja, melainkan bentuk tanggung jawab pemimpin untuk memuliakan orang-orang yang berilmu.

“Maka, kebijakan yang berpihak pada guru dan sarana ilmu adalah upaya kolektif untuk menjemput derajat yang dijanjikan Allah,” ujarnya.

Peningkatan SDM guru yang dicanangkan pemerintah harus menjadi wadah untuk menanamkan adab sebelum ilmu. Sebagaimana nasihat ulama besar Imam Malik bin Anas yang masyhur: “Aku belajar adab (etika) selama 20 tahun, dan aku belajar ilmu selama dua tahun”.

“Guru Kukar harus menjadi teladan adab, yang mengajarkan murid tidak hanya tentang rumus dan teori, tetapi tentang kejujuran, akhlak mulia, dan ketakwaan. Inilah esensi dari visi Roadmap Inovasi Pendidikan 2025 Kukar yang menargetkan SDM unggul dan berakhlak mulia,” ucapnya.

Peningkatan infrastruktur yakni menyediakan wadah terbaik bagi cahaya ilmu,  pembangunan dan rehabilitasi sekolah, penambahan ruang kelas, dan penyediaan teknologi digital adalah bentuk dukungan material agar proses transfer ilmu berjalan optimal. 

Namun, jika terdapat keterbatasan anggaran yang membuat perbaikan tidak merata, maka diharapkan para guru di Kukar harus menghadapinya dengan kesabaran.

“Maka, walau di tengah keterbatasan sarana di pelosok Kukar, niatkan setiap langkah dan pengorbanan kita sebagai jalan yang dimudahkan menuju surga. Jangan pernah lelah berbagi kebaikan. Kepada bapak ibu guru yang masih berstatus honorer atau P3K, yang gajinya mungkin belum sebanding dengan pengorbanan, tolong jangan berkecil hati,” tegasnya.

Ia mengatakan bahwa pengorbanan para guru sudah sangat luar biasa. Menurutnya, satu huruf yang diajarkan dapat menjadi bekal berharga, baik di dunia maupun di akhirat. Ia juga menyebut pesan Imam Al-Ghazali yang menggambarkan guru sebagai sosok yang berjalan bersama matahari dan menerangi jalan-jalan kegelapan sepanjang masa.

“Jadi, teruslah berjalan bersama cahaya itu, teman-teman. Teruslah berjuang untuk meniadakan lagi anak Kukar yang putus sekolah, teruslah sabar mendidik generasi kita agar menjadi anak yang berilmu dan berbakti. Selamat Hari Guru Nasional 2025. Bapak dan ibu guru adalah tiang peradaban Kutai Kartanegara dan Bangsa,” tutupnya. 

Editor: Erwin

Tags:

PolitikBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Politik.