Penulis: Ainur Rofiah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Pemilu tahun 2029 masih empat tahun lagi, meski ada sebagian partai politik yang sudah melakukan ancang-ancang menghadapi momen panas lima tahunan itu, namun itu tak dilakukan Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Kalimantan Timur.
Ketua DPW PKS Ardiansyah Sulaiman mengungkapkan hal itu kepada Korankaltim.com disela Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Aula Graha Keadilan Sejahtera Jalan M Yamin Samarinda, Sabtu (29/11/2025) hari ini.
Rakerwil ini menjadi momentum konsolidasi struktur dan evaluasi program, sekaligus menyiapkan langkah-langkah awal menghadapi dinamika politik lima tahun ke depan.
Ardiansyah menyebut Rakerwil tahun ini difokuskan pada penguatan organisasi dan pemantapan program kerja karena itulah pembahasan strategi khusus untuk menghadapi Pemilu 2029 belum masuk dalam agenda utama. “Kalau strategi Pemilu 2029 kami belum berani bicara karena belum dibahas. Mudah-mudahan nanti di Rakerwil ini bisa dirumuskan bersama,” ujar Ardiansyah.
Mengenai kandidat atau figur yang akan diusung PKS pada kontestasi politik mendatang masih berada dalam tahap persiapan internal. Semua keputusan akan mengerucut setelah proses perumusan dalam Rakerwil selesai dilakukan. “Persiapan dulu. Nanti hasilnya dilihat setelah semua proses di Rakerwil berjalan,” ucap Bupati Kutai Timur itu.
Konsistensi PKS dalam memperkuat kader merupakan pondasi utama dalam menjalankan visi partai. Melalui pembinaan rutin, kegiatan olahraga bersama hingga penguatan ketahanan keluarga, PKS berupaya menjaga militansi dan soliditas struktur di berbagai tingkatan. “Kaderisasi itu sudah biasa buat PKS. Ada pembinaan rutin dan kegiatan yang membangun solidaritas dan kekuatan keluarga,” sebutnya.
Diharapkan dari Rakerwil PKS Kaltim tahun ini mampu menghasilkan rumusan kerja yang konkret dan selaras dengan arahan DPP PKS.
Selain memperkuat internal, PKS Kaltim juga tetap fokus pada pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat serta kehadiran nyata dalam isu-isu kerakyatan di tingkat daerah.
Editor: Aspian Nur




