Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Politik

Rohim Sebut PKS Timbang Manfaat dan Mudarat Kepala Daerah Dipilih DPRD

Koran Kaltim
15 Januari 2026
0 views
2 min
Pencoblosan Pilkada di TPS yang dilakukan langsung oleh masyarakat.(Istimewa)

Penulis: Ainur Rofiah

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Wacana  Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dari pemilihan langsung oleh rakyat kemudian dipilih melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menuai perdebatan.

Anggota DPRD Samarinda dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abdul Rohim menegaskan bahwa partainya masih menimbang secara matang manfaat dan mudarat dari wacana tersebut.

“Kalau PKS menimbang, yang dilihat tentu manfaat dan mudaratnya. Itu yang jadi pertimbangan utama,” ujar Rohim pada Korankaltim.com, Kamis (15/1/2026).

Ia mengakui wacana Pilkada melalui DPRD bukanlah hal baru. Pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mekanisme serupa sempat diatur dalam undang-undang.

Namun kemudian dianulir melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) karena mendapat penolakan luas dari masyarakat.

Menurut Rohim, Pilkada langsung sejatinya merupakan bentuk penghormatan terhadap kedaulatan rakyat. 

Melalui mekanisme tersebut, masyarakat memiliki hak penuh untuk menentukan secara langsung siapa pemimpin yang mereka percayai.

“Pemilihan kepala daerah secara langsung adalah bentuk pengakuan terhadap kedaulatan masyarakat untuk memilih pemimpinnya,” tegasnya.

Namun demikian, ia memahami pihak-pihak yang mendorong pengembalian Pilkada ke DPRD juga memiliki sejumlah argumentasi. Di antaranya adalah tingginya biaya politik dalam Pilkada langsung serta potensi konflik horizontal di tengah masyarakat akibat perbedaan dukungan politik.

“Inilah yang kemudian ditimbang-timbang. Ada pro dan kontra yang sama-sama punya alasan,” ujarnya.

Rohim menilai, dari perspektif demokrasi, pengembalian Pilkada ke DPRD dapat dianggap sebagai sebuah kemunduran. 


Editor: Erwin

Tags:

PolitikBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Politik.