Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Politik

Reza Ingatkan Posisi Adik Gubernur Tak Sama dengan Adik Presiden, Keluarga Tak Boleh Ambil Keputusan di Pemerintahan

Adi Putra
24 April 2026
0 views
2 min
Kader Partai Gerindra, Akhmed Reza Fachlevi, yang ingatkan posisi adik presiden dan adik gubernur yang tidak setara, serta peran dan kepentingan yang sangat jauh berbeda.(Ainur/Korankaltim.com)

Penulis: Ainur Rofiah

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Kader Partai Gerindra Akhmed Reza Fachlevi mengkritisi statmen Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yang baru-baru ini viral saat berbicara didepan wartawan.

Dalam pernyataannya, Rudy menyamakan struktur kepemimpinannya dengan Presiden Prabowo Subianto dimana nama adik Presiden Prabowo Subianto yaitu Hashim Djojohadikusumo diseret-seret dan menyamakannya dengan apa yang dilakukan terhadap adiknya.

Reza menyesalkan terkait penyataan tersebut. Dalam konteks ini gubernur harus memahami beberapa poin.

“Mana yang kepercayaan pribadi dan keluarga, mana dengan tata ielola pemerintahan yang sehat,” kata Reza, kepada Korankaltim.com Jumat (24/4/2026).

Publik tentu ingin mendengarkan secara langsung bahwasannya tidak mempermasalahkan hubungan antara keluarga.

Tetapi  jika “keluarga” tersebut justru pemegang keputusan, tentu tidak dapat dibenarkan dari aspek manapun.

Apalagi diketahu Hashim memang sebagai penasihat dari Partai Gerindra dan penasehat presiden.

“Namun, beliau (Hashim) diberi hak sebagai utusan khusus,” sebutnya.

 Reza yakin  Hashim tidak mencampuri dan tidak “cawe-cawe” dalam pemerintahan di Indonesia.

“Sangat jauh sekali dengan Pak Gubernur, membawa dan mencontohkan apa yang disampaikan kemarin, Hijrah, dibawa dan disamakan dengan posisinya pak Hasyim. Ini sangat berbeda dan sangat jauh,” tegasnya.

Profesional dalam tata kelola pemerintahan tidak mencampuradukkan kepentingan keluarga didalamnya.

“Kemarin kan ada  mendengar soal diberikan mandat, perwakilan dan privasi. Sebenarnya, pak gubernur tinggal menugaskan saja,” imbuhnya.

“Kalau tugasnya dipemerintahan kan ada bapak wakil guberbnur, sekda, asisten, bahkan kepala OPD, ditambah tim ahli yang jumlahnya sangat besar. Lalu fungsinya apa kok dikaitkan hanya satu orang yang lebih dominan?” tanyan Reza 

Posisi Rudy sebagai orang nomor satu di Benua Etam namun tetap memberikan mandat pada keluarga juga jadi pertanyaan 

“Apa peran daripada keluarga itu lebih dominan di pemerintahan,” tegasnya.

Evaluasi terkhusus pada kinerja Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud harus kembali dilakukan.

“Jangan membuat keadaan semakin gaduh. Introspeksi dirilah terhadap semua kebijakan yang dibuat,”sebut  Reza.

“Saran saya stop sudah bikin narasi yang mengaitkan daerah dengan nasional,” Reza memungkasi.


Editor: Aspian Nur

Tags:

PolitikBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Politik.