Penulis: Ainur Rofiah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Kader Partai Gerindra Akhmed Reza Fachlevi mengkritisi statmen Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yang baru-baru ini viral saat berbicara didepan wartawan.
Dalam pernyataannya, Rudy menyamakan struktur kepemimpinannya dengan Presiden Prabowo Subianto dimana nama adik Presiden Prabowo Subianto yaitu Hashim Djojohadikusumo diseret-seret dan menyamakannya dengan apa yang dilakukan terhadap adiknya.
Reza menyesalkan terkait penyataan tersebut. Dalam konteks ini gubernur harus memahami beberapa poin.
“Mana yang kepercayaan pribadi dan keluarga, mana dengan tata ielola pemerintahan yang sehat,” kata Reza, kepada Korankaltim.com Jumat (24/4/2026).
Publik tentu ingin mendengarkan secara langsung bahwasannya tidak mempermasalahkan hubungan antara keluarga.
Tetapi jika “keluarga” tersebut justru pemegang keputusan, tentu tidak dapat dibenarkan dari aspek manapun.
Apalagi diketahu Hashim memang sebagai penasihat dari Partai Gerindra dan penasehat presiden.
“Namun, beliau (Hashim) diberi hak sebagai utusan khusus,” sebutnya.
Reza yakin Hashim tidak mencampuri dan tidak “cawe-cawe” dalam pemerintahan di Indonesia.
“Sangat jauh sekali dengan Pak Gubernur, membawa dan mencontohkan apa yang disampaikan kemarin, Hijrah, dibawa dan disamakan dengan posisinya pak Hasyim. Ini sangat berbeda dan sangat jauh,” tegasnya.
Profesional dalam tata kelola pemerintahan tidak mencampuradukkan kepentingan keluarga didalamnya.
“Kemarin kan ada mendengar soal diberikan mandat, perwakilan dan privasi. Sebenarnya, pak gubernur tinggal menugaskan saja,” imbuhnya.
“Kalau tugasnya dipemerintahan kan ada bapak wakil guberbnur, sekda, asisten, bahkan kepala OPD, ditambah tim ahli yang jumlahnya sangat besar. Lalu fungsinya apa kok dikaitkan hanya satu orang yang lebih dominan?” tanyan Reza
Posisi Rudy sebagai orang nomor satu di Benua Etam namun tetap memberikan mandat pada keluarga juga jadi pertanyaan
“Apa peran daripada keluarga itu lebih dominan di pemerintahan,” tegasnya.
Evaluasi terkhusus pada kinerja Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud harus kembali dilakukan.
“Jangan membuat keadaan semakin gaduh. Introspeksi dirilah terhadap semua kebijakan yang dibuat,”sebut Reza.
“Saran saya stop sudah bikin narasi yang mengaitkan daerah dengan nasional,” Reza memungkasi.
Editor: Aspian Nur




