Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Samarinda

Dapat Pembagian Air Bersih dari PMI Kaltim, Warga Bayur Tak Lagi Andalkan Irigasi Saat Kekeringan Melanda

Koran Kaltim
3 September 2026
0 views
•2 min
Ribuan liter air bersih dibagikan PMI Kaltim untuk warga Sempaja Utara yang terdampak kemarau. (Foto: Dok.PMI Kaltim)

Penulis: Adnan Abdul

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Kekeringan mulai dirasakan warga Bayur Jalan Padat Karya, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda. 

Aliran air PDAM yang hanya mengalir pada waktu tertentu membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari mandi, mencuci hingga keperluan rumah tangga. Dalam kondisi tersebut, sebagian warga bahkan terpaksa mengambil air dari parit yang belakangan diketahui merupakan saluran irigasi.

Kondisi itu mendapat perhatian dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kalimantan Timur. Sebanyak 5.000 liter air bersih dikirim ke wilayah RT 38 pada Rabu (2/9/2026) malam tadi untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan.

Penyaluran dilakukan berdasarkan arahan BPBD Kota Samarinda. Air bersih diangkut dari PDAM Cendana dan kemudian ditampung dalam tandon berkapasitas 5.500 liter yang telah disiapkan di depan rumah Ketua RT 38.

Staf PMI Provinsi Kaltim bidang Penanggulangan Bencana Wahyu Gowank mengatakan, bantuan tersebut diberikan untuk meringankan kesulitan warga mendapatkan air bersih.

“Tadi malam kami mendapat arahan dari BPBD Kota Samarinda untuk mengirimkan air bersih ke wilayah Buangilir RT 38. Total yang kami kirim 5.000 liter,” ujar Wahyu.

Pasokan tersebut dapat dimanfaatkan secara bersama oleh warga. PMI juga memastikan masyarakat bisa mengambil air langsung dari tandon yang telah ditempatkan di lokasi.

“Warga bisa langsung mengambil di tempat Pak RT. Tandonnya sudah disiapkan, jadi tinggal datang membawa wadah untuk mengambil air,” jelasnya.

Distribusi dilakukan sekitar pukul 21.00 Wita dengan melibatkan dua personel PMI. Wahyu menyebut bantuan serupa masih memungkinkan kembali disalurkan apabila kebutuhan warga belum terpenuhi.

“Kalau masih diperlukan, kami akan koordinasikan lagi dengan BPBD untuk melihat kebutuhan dan pengiriman selanjutnya,” ucap Wahyu lagi.

Sementara Ketua RT 38 Kelurahan Sempaja Utara Hadri mengatakan, persoalan air bukan baru dirasakan warga. Meski jaringan PDAM telah tersedia, alirannya tidak berlangsung sepanjang hari. “Kalau siang mati. Malam sekitar jam 2 baru mengalir, itu pun tidak deras,” ungkap Hadri.

Akibatnya, warga harus mengatur penggunaan air untuk berbagai kebutuhan. Dengan jumlah penduduk sekitar 225 jiwa, keterbatasan pasokan semakin terasa ketika musim kemarau berlangsung. “Untuk mandi, mencuci dan berbasuh memang kesulitan,” ungkapnya.

Bantuan air dari BPBD dan PMI sangat membantu. Sebelumnya, satu tangki air bersih juga telah disalurkan dan sebagian pasokannya langsung dimanfaatkan warga. Persoalan tersebut diharapkan tidak terus berulang setiap musim kemarau. Jaringan PDAM yang saat ini berada di jalan utama perlu diperluas hingga masuk ke permukiman.

“Harapan kami jaringan sekundernya bisa sampai ke permukiman. Kalau ada solusi dari PDAM, warga tidak terus kesulitan mendapatkan air,” tutup Hadri.

Editor: Aspian Nur

Tags:

SamarindaBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Samarinda.