Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Kebakaran lahan kembali terjadi di Kota Samarinda. Kali ini api berkobar di kawasan Belimau, Perumahan Limau Asri RT 24, Kelurahan Lempake, Samarinda Utara, Sabtu (5/9/2026) sore.
Kobaran api sempat berada di sekitar permukiman warga sebelum berhasil dijauhkan oleh petugas. Tim gabungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan. Armada pemadam dan tangki air dikerahkan, sementara relawan menggunakan back pump untuk menjangkau titik api yang berada di area terbuka.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda Suwarso menyebut, angin kencang menjadi tantangan tersendiri dalam pengendalian api. Kondisi tersebut membuat kobaran yang sebelumnya berhasil ditekan justru bergerak menuju bagian tengah lahan yang dipenuhi ilalang dan rumput kering.
"Memang waktu kebakaran pertama itu sangat dekat dengan permukiman warga. Namun teman-teman Damkar dan relawan sudah turun duluan untuk mematikan api dan mengamankan permukiman," ujar Suwarso saat ditemui dilokasi kejadian.
Ancaman terhadap rumah warga berhasil diminimalkan namun petugas masih harus berjibaku memadamkan sejumlah bagian lahan yang kembali terbakar akibat hembusan angin.
"Angin kencang terbawa, sehingga api melebar ke tengah di ilalang-ilalang atau rumput-rumput yang ada. Ini masih bekerja terus, mudah-mudahan bisa kita selesaikan," tambahnya.
Keterbatasan air menjadi persoalan lain dalam proses pemadaman. Petugas kemudian memanfaatkan sumber air yang tersedia di sekitar permukiman untuk mengisi back pump dan melanjutkan penanganan di lokasi yang tidak dapat dijangkau mobil pemadam. "Kalau kendalanya memang minim air. Tapi back pump tadi bisa mengisi dari persediaan air warga," jelas Suwarso.
Pada hari yang sama, tim gabungan juga menangani kebakaran lahan di Jalan Bukit Timur, Sempaja, yang berada di RT 20 dan RT 36. Api di kawasan tersebut berhasil dikendalikan sekitar 45 menit setelah petugas melakukan pemadaman bersama. Dua unit tangki BPBD masih diperbantukan untuk menangani kebakaran lahan di Makroman.
Kondisi medan, luasan area terbakar, serta keterbatasan sumber air membuat penanganan di lokasi itu belum sepenuhnya rampung. "Untuk pemadaman dengan skala besar, mobil tangki ini ada di depan kita. Dari Damkar juga sedang mempersiapkan diri karena dua tangki unit BPBD sedang melaksanakan penanganan kebakaran lahan di lokasi Makroman," tuturnya.
Sementara mengenai status kepemilikan lahan di Lempake, BPBD menemukan sejumlah patok di lokasi. Namun, pihaknya belum dapat memastikan pemilik lahan maupun penyebab munculnya api.
"Kami masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik. Setelah api berhasil dipadamkan, tetap kita pantau karena kondisi lahan kering dan angin masih cukup kencang, sehingga dikhawatirkan api kembali menjalar," pungkas Suwarso
Editor: Aspian Nur




