Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Samarinda

Ikhtiar Menghadapi Kemarau, PWI Kaltim Gelar Salat Istisqa dan Bagikan Masker 

Adi Putra
7 September 2026
0 views
•2 min
Suasana Sholat Istisqa yang digelar di halaman Kantor PWI Kaltim (dok.PWI kaltim)

Penulis: Adnan Abdul 

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Kemarau panjang yang melanda Kalimantan Timur mendorong Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim mengambil langkah spiritualj dengan menggelar salat istisqa untuk memohon turunnya hujan. Kegiatan berlangsung di halaman Kantor PWI Kaltim, Samarinda, Senin (7/9/2026) pagi tadi.

Salat istisqa digelar sebagai bentuk ikhtiar di tengah kondisi kemarau yang berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat. Selain memanjatkan doa, PWI Kaltim juga membagikan masker kepada masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, sebagai langkah antisipasi dampak buruk kabut asap dan kualitas udara yang menurun.n

Ketua PWI Kaltim Abdurrahman Amin menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar organisasi menghadapi kemarau yang menjadi salah satu ancaman bencana. “Kalau bicara kemarau ini kan salah satu bagian dari bencana. Pendekatannya memang ada dua, ada secara sains dan ada spiritual,” ujar Rahman, sapaan akrabnya.

Kemarau yang terjadi pada 2026 telah diprediksi berkaitan dengan fenomena El Nino, namun sebagai manusia, upaya spiritual tetap perlu dilakukan, salah satunya melalui salat istisqa yang dianjurkan ketika terjadi kemarau panjang. “Salat istisqa memang diajarkan dan dianjurkan ketika terjadi kemarau panjang,” tambahnya.

Rahman menyebut dampak kemarau mulai dirasakan di berbagai sektor, termasuk meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan. Kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap kualitas udara di Samarinda.

Karena itu, PWI Kaltim bersama Info Taruna Samarinda turut membagikan masker. Sebanyak Ribuan masker yang tersedia akan disalurkan, terutama kepada anak-anak sekolah yang masih menjalani aktivitas belajar secara tatap muka. “Anak sekolah ini yang paling terdampak karena harus beraktivitas di luar ruangan. Satu diantara langkah antisipasinya kami membagikan masker,” sebut Rahman.

Sementara Wakil Wali Kota Samarinda Saifuddin Zuhri mengapresiasi langkah PWI Kaltim yang menggelar salat istisqa. “Kami ucapkan terima kasih kepada PWI Kaltim yang telah mengadakan salat istisqa. Semoga permohonan kita kepada Allah SWT diijabah dan segera diturunkan hujan,” ujar Saefuddin.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap titik api dan penggunaan api di tengah kondisi lahan yang kering. Menurutnya, kemarau turut berdampak pada ketersediaan air baku dan produksi air bersih.

Masyarakat juga diminta bijak menggunakan air karena kebutuhan terhadap sumber daya tersebut semakin meningkat di tengah kondisi kemarau. “Semoga kewaspadaan kita bisa banyak mengurangi dan mencegah permasalahan kebakaran yang kami hadapi ke depannya,” tutup Saefuddin.

Editor: Aspian Nur

Tags:

SamarindaBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Samarinda.