Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Samarinda

Api Karhutla Membesar di Belakang Perum Korpri Sambutan, Rumah Warga Terancam

Koran Kaltim
10 September 2026
0 views
•3 min
Foto Udara kebakaran Lahan yang terjadi di Pelita 8 Samarinda (Dok.Info Taruna Samarinda)

Penulis: Adnan Abdul 

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Kepulan asap tebal membubung di belakang Perum Korpri, Jalan Sultan Sulaiman, Pelita 8, Kelurahan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan, Kamis (10/9/2026). 

Api yang membakar lahan semak belukar dengan cepat membesar hingga membuat warga yang tinggal di sekitar lokasi waswas.

Tiupan angin membuat api menjalar melewati lahan kering. Asap putih hingga hitam juga bergerak menuju permukiman, sementara kobaran terlihat semakin mendekati sejumlah rumah warga.

Pergerakan api bahkan mengarah ke kawasan Pulau Atas dan Makroman. Kondisi itu membuat petugas harus mempercepat penanganan agar api tidak menjangkau bangunan maupun permukiman yang lebih padat.

Salah seorang warga Perum Korpri Nur Muthaharah (52) mengatakan, tanda-tanda kebakaran sudah terlihat sejak pagi. Ia mengaku melihat asap sekitar pukul 08.30 Wita sebelum menemukan api di bagian belakang permukiman.

“Saya lihat dari luar, asapnya naik. Saya langsung lari melihat api,” ujar Nur.

Menurut Nur, kejadian serupa bukan pertama kali terjadi di kawasan tersebut. Api disebut beberapa kali muncul di sekitar blok permukiman dan kembali terjadi di area belakang rumah warga.

“Kalau yang ini, api terus jalan. Yang di belakang ini sudah dua kali,” tambahnya.

Nur juga menyebut pernah mendengar suara langkah kaki di sekitar lokasi sebelum kebakaran pada kejadian sebelumnya. Meski demikian, ia enggan menyimpulkan penyebab kebakaran ataupun menuding pihak tertentu.

“Saya tidak menuduh, cuma curiga. Saya tidak mau menyebut orangnya,” tuturnya.

Sementara itu, Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Samarinda, Maulana, mengatakan laporan mengenai kebakaran diterima sekitar pukul 11.30 Wita. Petugas kemudian menuju titik api yang berada di belakang Blok C2 Perum Korpri.

“Begitu menerima informasi dari masyarakat, kami langsung merespons kejadian kebakaran hutan dan lahan,” ungkapnya.

Maulana menyebut kawasan tersebut telah beberapa kali mengalami kebakaran. Berdasarkan catatan di lapangan, sedikitnya empat sampai lima kejadian pernah terjadi di lokasi maupun sekitarnya.

Kali ini, kondisi dinilai lebih mengkhawatirkan karena vegetasi yang terbakar berupa semak belukar kering. Angin juga mempercepat rambatan api sekaligus membawa asap menuju permukiman.

“Asapnya luar biasa. Ada asap putih dan hitam. Arah anginnya juga membuat asap cepat menyebar,” jelas Maulana.

BPBD memperkirakan terdapat sekitar 15 hingga 20 rumah di sekitar area terdampak. Sebagian rumah disebut tidak berpenghuni. Sementara warga yang masih tinggal di sekitar lokasi diminta melakukan evakuasi mandiri ke bundaran perumahan, tepatnya di posyandu.

“Untuk rumah yang berpenghuni, kami arahkan evakuasi mandiri dan berkumpul di bundaran perumahan,” katanya.

Penanganan turut melibatkan tim pemadam, relawan dan Info Taruna Samarinda (ITS). Namun, medan semak belukar serta jarak sumber air menjadi kendala petugas.

“Kendalanya sumber air lumayan jauh. Kondisi daerah juga banyak semak belukar sehingga menyulitkan teman-teman melakukan pemadaman,” pungkasnya.

Editor: Erwin

Tags:

SamarindaBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Samarinda.