Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM. SAMARINDA – Kepulan asap hitam membubung di kawasan sekitar Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda, Kamis (10/9/2026) sore.
Kebakaran lahan yang berada di kawasan bandara dan berbatasan dengan Sungai Bawang itu sempat dikhawatirkan mengganggu aktivitas penerbangan.
Asap pekat terlihat dari area sekitar runway dan terekam dalam video berdurasi 13 detik yang kemudian beredar di sejumlah grup WhatsApp relawan Samarinda sekitar pukul 14.25 Wita.
Dalam rekaman tersebut, seorang warga melaporkan adanya kebakaran di sekitar area vital penerbangan. Titik api diketahui berada di lahan milik warga yang berbatasan dengan kawasan belakang Bandara APT Pranoto.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda Suwarso mengatakan, pihaknya menerima informasi mengenai kondisi tersebut sekitar pukul 14.00 Wita. Petugas kemudian berkoordinasi dengan Pusko 7 dan BPBD Kaltim untuk melakukan penanganan dari darat.
"BPBD di Pusdalops mendapat informasi untuk operasi water bombing di APT Pranoto sekitar pukul 14.00 Wita. Saya langsung berkomunikasi dengan Pusko 7 dan BPBD Provinsi untuk membackup dari posisi darat," ujar Suwarso.
Situasi kemudian mendapat perhatian lebih lantaran lokasi kebakaran berdekatan dengan jalur penerbangan. Helikopter yang sebelumnya melakukan sorti pemadaman di wilayah Saliki dan Muara Badak ditarik menuju Bandara APT Pranoto.
Helikopter tersebut selanjutnya melakukan water bombing untuk mempercepat pemadaman. Menurut Suwarso, langkah itu dilakukan agar asap maupun kobaran api tidak berpotensi menghambat aktivitas penerbangan.
"Heli yang tadinya sorti di daerah Saliki dan Muara Badak langsung ditarik ke bandara untuk melakukan pemadaman karena kalau tidak segera dilakukan, bisa menghambat penerbangan," tambahnya.
Sementara itu, Staf Informasi Bandara APT Pranoto Samarinda, Fatma, membenarkan adanya kepulan asap dari area belakang bandara. Ia menyebut sumber api diduga berasal dari lahan warga.
"Benar itu di belakang, masih ada asap dan apinya. Itu lahan warga, Mas," kata Fatma.
Fatma menyebut luas lahan yang terdampak sekitar lima hektare. Pemadaman dilakukan secara terpadu melalui jalur darat dan udara hingga kobaran api berhasil dikendalikan.
"Sekitar lima hektare. Tadi sekitar satu sorti di sana. Kebetulan pengambilan airnya dekat, sehingga sekarang tinggal pembasahan," jelasnya.
Lokasi kebakaran sebagian berada di wilayah Sungai Siring dan berbatasan dengan kawasan Sungai Bawang yang masuk wilayah Kutai Kartanegara. Meski demikian, dampak asap tetap menjadi perhatian karena lokasinya berdekatan dengan Bandara APT Pranoto.
Fatma memastikan kebakaran tersebut tidak sampai mengganggu jadwal penerbangan. Saat kejadian, aktivitas penerbangan di bandara relatif senggang.
"Untuk penerbangan kebetulan lagi kosong flight. Ada sisa dua penerbangan, Citilink tujuan Cengkareng sedang boarding, sisanya nanti jam 5 sore baru landing," tutupnya.
Editor: Erwin




