Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Tiga hari tanpa aliran air membuat warga Sungai Kapih, Samarinda, harus mencari cara lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pada Jumat (11/9/2026) pagi, warga mendatangi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumdam Tirta Kencana dengan membawa galon dan ember untuk mengambil air secara langsung.
Bagi sebagian warga, layanan tersebut menjadi penolong di tengah distribusi air bersih yang belum kembali normal. Mereka harus bolak-balik ke IPA karena persediaan air di rumah mulai menipis, sementara kebutuhan untuk mandi, mencuci hingga memasak tetap berjalan.
Salah satu warga Sungai Kapih Mawar mengatakan, aliran air di rumahnya telah terhenti selama tiga hari. Air yang diperolehnya dari IPA Sungai Kapih akan digunakan untuk kebutuhan minum.
“Untuk air minum. Di rumah sudah tiga hari mati,” ujarnya.
Kondisi serupa dialami Luther, warga RT 03 Sungai Kapih. Ia mengaku sudah tiga kali datang ke IPA setelah mendapat informasi mengenai layanan pengambilan air melalui grup RT.
“Ini sudah ketiga kalinya saya mengambil air,” kata Luther.
Namun, Luther belum menjadikan air tersebut sebagai sumber konsumsi. Ia masih mempertimbangkan keamanan air sebelum menggunakannya untuk minum atau memasak.
“Belum berani konsumsi karena apakah dijamin bisa langsung konsumsi atau tidak. Sementara untuk cuci dan mandi,” jelasnya.
Untuk kebutuhan minum dan memasak, keluarganya masih menggunakan cadangan air yang tersimpan di rumah. Menurut Luther, keberadaan layanan pengambilan air tetap sangat membantu warga yang terdampak gangguan distribusi.
“Sebenarnya membantu masyarakat. Dalam keadaan seperti ini. Pemerintah bisa mengarahkan seperti ini. Justru membantu masyarakat,” tuturnya.
Dengan jumlah anggota keluarga mencapai lima orang, kebutuhan air Luther tidak sedikit. Ia bahkan berencana kembali ke IPA untuk mengambil tambahan pasokan.
“Di rumah ada lima orang. Ini saya mau tarik dua kali lagi,” ucapnya.
Operator IPA Sungai, Kapih Obi mengatakan layanan pengambilan air untuk masyarakat telah berjalan sejak Rabu (9/9/2026). Warga mulai berdatangan sekitar pukul 07.00 Wita dan terus dilayani hingga persediaan memungkinkan.
“Mulai kemarin sekitar jam 7 pagi sudah ada yang mengambil. Sampai sekarang masih menyalurkan air,” ujarnya.
Untuk memperlancar pengambilan, sekitar 10 keran disediakan bagi warga. Mereka diwajibkan membawa wadah sendiri dan tidak diperbolehkan menggunakan tandon berukuran besar agar air dapat dibagikan secara merata.
Obi menyebut reservoir IPA Sungai Kapih memiliki kapasitas sekitar 4.830 meter kubik. Saat ini, volume air yang tersimpan masih sekitar 4.100 meter kubik.
“Masih ada. Kalau berkurang, masih bisa terisi lagi,” jelasnya.
Layanan tersebut menjadi solusi sementara bagi warga Sungai Kapih dan sekitarnya sembari distribusi air ke permukiman berangsur ditangani. Antrean warga pun terus berlangsung karena kebutuhan air bersih tidak bisa menunggu.
Editor: Erwin




