Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Samarinda

Kebakaran Lahan Gambut Meluas, Api Tinggal 10 Meter dari Rumah Warga Perum Korpri

Koran Kaltim
11 September 2026
0 views
•2 min
Petugas BPBD kota Samarinda bersama Disdamkarmat Kota Samarinda dibantu relawan saat berjibaku memadamkan api di lahan gambut. (Foto: Adnan Abdul/Korankaltim.com)

Penulis: Adnan Abdul 

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Kebakaran lahan mengancam permukiman warga di Blok D Perumahan Korpri, Jalan Sultan Sulaiman, Pelita VIII, Kelurahan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan, Jumat (11/9/2026) siang.

Api membakar lahan gambut dan dengan cepat merambat mengikuti hembusan angin. Jarak kobaran api dengan rumah warga diperkirakan hanya sekitar 10 meter sehingga warga dan petugas gabungan meningkatkan kewaspadaan.

Ketua RT 08 Maulana mengatakan, titik kebakaran berada di bagian dalam kawasan Perumahan Korpri yang berbatasan dengan wilayah Makroman dan Pulau Atas. Api bergerak dari sisi selatan sebelum melintasi kanal menuju kawasan permukiman.

“Begitu mendapat kabar, kami langsung bergerak bersama tim untuk mengantisipasi api agar tidak semakin dekat ke rumah warga,” ujar Maulana.

Penanganan melibatkan BPBD, TNI-Polri, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, relawan serta Info Taruna Samarinda (ITS). Petugas harus menyisir sejumlah titik karena api terus berpindah mengikuti perubahan arah angin.

Kawasan tersebut sebelumnya juga sempat terbakar, tepatnya di Blok C2. Proses pemadaman bahkan berlangsung sampai Sabtu dini hari. Namun, api kembali muncul dan meluas ke Blok D.

Upaya penanganan dari udara telah dilakukan BNPB pada Jumat pagi melalui water bombing. Sekitar 20 hingga 25 kali penyiraman dilakukan untuk menekan titik panas sebelum helikopter kembali ke Bandara APT Pranoto.

“Water bombing pagi tadi cukup membantu menahan penyebaran api. Tetapi kondisi di lapangan kembali berubah ketika siang hari,” katanya.

Maulana menyebut luas lahan yang terbakar sementara diperkirakan sekitar lima hektare. Dampak kebakaran juga bertambah. Sebanyak 24 rumah kini tercatat terdampak, bertambah dua rumah dibandingkan pendataan sebelumnya.

Sementara itu, Koordinator TRC BPBD Samarinda Nanang Arifin menyebut, laporan diterima sekitar pukul 14.20 Wita. Petugas langsung diarahkan menuju Blok D untuk melakukan pemadaman.

Menurutnya, karakter lahan gambut membuat api sulit dituntaskan dalam satu kali penanganan karena bara dapat kembali muncul dari dalam tanah.

“Yang menjadi perhatian adalah karakter lahannya. Api bisa terlihat padam, tetapi beberapa waktu kemudian kembali menyala dari bagian bawah,” jelasnya.

Petugas memanfaatkan suplai air dari armada Damkar, relawan dan aliran sungai di sekitar lokasi. Meski debit sungai mulai berkurang akibat kemarau, sumber air tersebut masih dapat digunakan.

“Sebagian titik api berhasil kami padamkan masih ada beberapa lagi di tengah ini masih kami tangani,” pungkasnya.

Editor: Erwin

Tags:

SamarindaBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Samarinda.