Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Upaya pemadaman kebakaran lahan di kawasan eks Bandara Temindung Permai, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, berujung petaka bagi dua petugas, Sabtu (12/9/2026) sore.
Irfan, anggota BPBD Kota Samarinda, dan Dino, Ketua Destana Lempake sekaligus relawan, mengalami luka bakar setelah terkena semburan api dari mesin pompa.
Kejadian bermula ketika keduanya tengah bersiap melanjutkan pemadaman. Mesin pompa yang digunakan untuk menyuplai air sebelumnya diisi bahan bakar. Lokasinya berada tidak jauh dari titik kobaran, tepat di sekitar parit.
Saat mesin hendak dihidupkan, muncul percikan yang kemudian memicu semburan api. Api dengan cepat menyambar tubuh keduanya sebelum mereka sempat menjauh dari lokasi. Irfan mengatakan, dirinya bersama Dino tidak menyangka mesin tersebut akan mengeluarkan api ketika dinyalakan.
“Kami baru selesai mengisi bahan bakar mesin pompa. Begitu mesin mau dinyalakan, tiba-tiba ada percikan dan api langsung menyambar kami,” ujarnya pada Minggu (13/9/2026).
Keduanya kemudian dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis di RSUD Abdul Wahab Sjahranie. Irfan mengalami luka bakar pada bagian tangan kanan. Setelah menjalani pemeriksaan dan penanganan, kondisinya dinyatakan cukup baik sehingga diperbolehkan pulang untuk menjalani perawatan lanjutan.
Berbeda dengan Irfan, Dino harus mendapatkan penanganan lebih serius karena luka bakar mengenai kedua tangannya. Ia menjalani operasi sekitar pukul 22.00 Wita. Tindakan medis tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 22.48 Wita dan berjalan lancar. Kondisi Dino setelah operasi dilaporkan stabil.
Kapolsek Sungai Pinang AKP Aksaruddin Adam mengatakan, polisi juga melakukan penyelidikan terhadap kebakaran lahan yang terjadi di kawasan tersebut. Seorang remaja berusia 16 tahun telah diamankan karena diduga berkaitan dengan peristiwa pembakaran di lokasi.
“Seorang remaja berusia 16 tahun sudah kami amankan. Rekan-rekannya yang berada di sekitar lokasi juga kami mintai keterangan sebagai saksi,” kata Aksaruddin.
Menurutnya, penyidik masih mendalami rangkaian kejadian untuk memastikan penyebab kebakaran dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
“Kasusnya masih kami dalami,” tegasnya.
Polisi juga telah mendatangi RSUD Abdul Wahab Sjahranie untuk menemui keluarga Irfan dan Dino serta memastikan kondisi keduanya.
Peristiwa ini kembali menunjukkan risiko tinggi yang dihadapi petugas dan relawan ketika menangani kebakaran lahan, terlebih saat kondisi lingkungan kering dan api mudah menjalar.
Editor: Erwin




