Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim menyiapkan pembangunan pedok atau kandang berukuran luas untuk mendukung program penyelamatan dan pengembangbiakan badak Borneo.
Kepala BKSDA Kaltim, M. Ari Wibawanto, menyampaikan bahwa pedok baru yang disiapkan ini memiliki luas sekitar 20 hektare, yang nantinya digunakan sebagai bagian dari fasilitas perawatan badak.
“Fasilitas ini sangat diperlukan apabila Badak Pari yang kini masih berada di alam berhasil dievakuasi ke Suaka Badak Kelian, Kabupaten Kutai Barat,” ujarnya, Minggu (13/9/2026).
Menurutnya, keberadaan pedok baru penting karena satwa yang berada di fasilitas konservasi harus mendapatkan ruang yang memadai serta dikelola secara terpisah untuk menghindari potensi konflik.
Selain itu Ari menerangkan, rencananya pedok tersebut akan dibagi menjadi dua bagian, sehingga dapat digunakan secara bergantian untuk mendukung proses adaptasi dan pemulihan satwa.
“Bulan pertama (badak) Pari bisa makan di sini lain kandang, bulan berikutnya pindah ke sini lain guna proses recovery. Begitu seterusnya,” ucapnya.
Selain fasilitas pedok, Ari mengakui pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah kebutuhan untuk mendukung proses evakuasi Badak Pari dari kawasan hutan di Mahakam Ulu, mulai dari kandang jebak serta dukungan helikopter. Oleh karena itu dirinya menegaskan pembangunan fasilitas tersebut bukan sekadar untuk menampung Badak Pari.
“Pedok ini menjadi bagian dari strategi lebih besar untuk menyelamatkan badak Borneo dari ancaman kepunahan,” katanya.
Diketahui setelah berada di Suaka Badak Kelian, Badak Pari ungkap Ari, nantinya diharapkan bisa mengikuti beberapa program pengembangbiakan dengan memanfaatkan teknologi reproduksi berbantu. Program tersebut penting, karena saat ini hanya terdapat dua individu badak Borneo yang diketahui masih hidup dan keduanya merupakan betina.
“Tujuan besarnya bukan hanya evakuasi, tetapi penyelamatan badak Kalimantan sampai menghasilkan individu baru,” tuturnya.
Editor: Erwin




