Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Upaya memadamkan kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Sambutan belum sepenuhnya berakhir. Di tengah kondisi lahan yang sangat kering, titik api di kawasan Pelita 8 kembali muncul meski petugas gabungan telah menempatkan pos lapangan dan melakukan penjagaan selama 24 jam.
Camat Sambutan Norbaiti Zarta mengatakan, Pelita 8 menjadi salah satu wilayah dengan kemunculan api berulang paling tinggi. Hingga Minggu (13/9/2026), titik api di kawasan tersebut tercatat kembali muncul sekitar sepuluh kali.
“Kalau Pelita 8 ini kayaknya sudah sembilan kali, ditambah hari ini menjadi sepuluh kali. Jadi memang yang paling sering kembali menyala itu di Pelita 8,” ujar Norbaiti.
Kondisi tersebut membuat pihak kecamatan bersama kelurahan, BPBD, TNI, Polri, relawan dan warga memperkuat deteksi dini. Pos lapangan ditempatkan lebih dekat dengan lokasi yang selama ini kerap kembali terbakar, sehingga petugas dapat segera bergerak ketika muncul asap maupun api.
“Kami sudah rapat koordinasi dengan BPBD. Sekarang posnya kami dekatkan ke posisi yang sering menyala kembali, terutama di C2. Tujuannya supaya deteksi dini lebih cepat,” tambahnya.
Namun, upaya pengawasan tersebut masih menghadapi tantangan. Norbaiti mengaku petugas bahkan menemukan warga yang tetap membakar sampah pada malam hari ketika personel tengah berjaga di sekitar lokasi.
“Kemarin malam sekitar pukul 21.00 Wita, masih ada warga yang bakar-bakar sampah dekat lokasi kami berkumpul. Langsung kami datangi dan kami siram,” tuturnya.
Menurutnya, percikan api sangat sulit diprediksi, terlebih kondisi lahan saat ini sangat kering. Karena itu, patroli malam dilakukan untuk mencegah munculnya titik api baru.
“Kondisinya memang sudah kering banget. Percikan api itu tidak bisa kita prediksi, bisa meletik ke mana-mana dan menimbulkan api lagi,” jelas Norbaiti.
Selain Pelita 8, beberapa wilayah lain di Kecamatan Sambutan juga menjadi perhatian. Titik kebakaran cukup besar terdapat di Makroman dan Sambutan, sementara Sindang Sari serta Sungai Kapih juga sempat mengalami kebakaran dengan skala berbeda.
Norbaiti berharap warga ikut memperkuat pengawasan. Ia meminta masyarakat segera melapor apabila melihat asap atau indikasi api agar petugas dapat langsung menuju lokasi.
“Warga juga harus aktif. Jangan melihat asap kemudian diam. Pokoknya kalau ada asap, langsung lapor, kita sama-sama ke TKP,” pungkasnya.
Editor: Erwin




