Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Samarinda

Wamen LH Sebut Empat Perusahaan di Kaltim Disegel Terkait Karhutla

Adi Putra
14 September 2026
0 views
•2 min
Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, bersama para anggota Komite II DPD RI (Surya/Korankaltim.com)

Penulis: Rahmat Surya 

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH), Diaz Hendropriyono, menyebut terdapat empat perusahaan di Kaltim yang masuk dalam daftar perusahaan yang disegel pemerintah akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Penyegelan itu dilakukan terhadap perusahaan yang konsesinya terdampak kebakaran. Secara nasional, terdapat 335 perusahaan yang berada di kawasan konsesi yang terbakar.

“Dari 335 perusahaan yang ada di konsesi yang terbakar, ada sekitar 84 ribu hektare yang terbakar. Kalau total seluruh Indonesia sekitar 200 ribuan hektare,” ujar Diaz usai rapat terkait karhutla bersama Komite II DPD RI dan Pemprov Kaltim, di Samarinda, Senin (14/9/2026).

Menurut dia, dari ratusan perusahaan tersebut, sebanyak 50 perusahaan telah disegel, dan empat di antaranya berada di Kaltim. Namun, Diaz mengaku belum mengetahui secara pasti lokasi keempat perusahaan tersebut.

Penyegelan ini, lanjut Diaz, dilakukan sebagai langkah awal untuk menghentikan sementara aktivitas di lokasi yang terdampak kebakaran. Pemerintah juga akan mengambil sejumlah sampel dari lokasi untuk kemudian diperiksa di laboratorium.

“Disegel itu artinya jangan dioperasikan dulu karena di situ juga terbakar. Kita akan ambil sampel-sampel dan dikirim ke laboratorium,” ucapnya.

Lalu dari hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi bagian dari proses penyidikan untuk menentukan ada atau tidaknya pelanggaran. Jika ditemukan bukti yang cukup, pemerintah dapat menghitung nilai kerugian lingkungan yang ditimbulkan.

Diaz menyebut, nilai ganti rugi yang nantinya dibebankan kepada perusahaan bisa mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah, bahkan triliunan rupiah. 

“Namun, untuk besaran tersebut masih menunggu hasil penghitungan para ahli,” katanya.

Selain penindakan terhadap perusahaan, Diaz juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta dalam penanganan karhutla, terutama untuk memenuhi kebutuhan air bagi pemadaman. Menurutnya, sejumlah titik yang membutuhkan sumur bor telah dipetakan. 

“Pembangunan sumur bor tentunya sangat penting di wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air untuk mendukung proses pemadaman,” tuturnya.

Diaz menyebut, sejumlah perusahaan di Kaltim juga menyatakan kesediaannya membantu pembangunan sumur bor. Biaya pembangunannya akan bergantung pada kedalaman sumber air, yang dapat mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

“Sebab ketersediaan air menjadi hal yang sangat penting untuk pemadaman ini,” tutupnya.

 Editor: Erwin

Tags:

SamarindaBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Samarinda.