Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Pesawat Operasi Modifikasi Cuaca Badan Nasional Penanggulangan Bencana (OMC BNPB) kembali menyisir langit Kalimantan Timur ketika daratan masih menunggu datangnya hujan.
Dari udara, tim mencari gumpalan awan yang cukup menjanjikan untuk diintervensi. Namun pencarian itu belum membuahkan hasil di Samarinda. Awan yang dibutuhkan untuk penyemaian belum terbentuk sepanjang pemantauan pada Selasa (15/9/2026) kemarin.
Harapan justru muncul di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) yang mana tim menemukan pertumbuhan awan yang dinilai memenuhi kondisi untuk dilakukan penyemaian. Pesawat kemudian menjatuhkan bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) atau garam untuk memicu proses pembentukan hujan.
Koordinator Lapangan OMC BNPB sekaligus operator PT Milen Pillery Bersatu Abdul Arsyad membenarkan penyemaian pada hari pertama operasi dilakukan di wilayah Kukar.
“Kemarin di daerah Kutai Kartanegara,” ujar Arsyad saat dikonfirmasi, Rabu (16/9/2026).
Dalam penerbangan tersebut, pesawat Cessna Caravan 208B/EX dengan registrasi PK-SNL membawa sekitar satu ton NaCl. Pesawat lepas landas dari Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda untuk menjalankan misi penyemaian.
“Penerbangan berlangsung sekitar dua jam, dari pukul 14.15 WITA sampai 16.15 WITA. Dalam penerbangan itu, kami menyemai NaCl ke awan yang terpantau memiliki potensi untuk berkembang dan menghasilkan hujan,” tambah Arsyad.
Keberadaan awan menjadi syarat utama dalam pelaksanaan operasi tersebut. Penyemaian tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan lokasi yang membutuhkan hujan, karena bahan semai harus diarahkan ke awan dengan karakteristik tertentu.
“Penyemaian awan menggunakan NaCl (natrium klorida) ini ditujukan pada awan-awan yang berpotensi terjadi hujan di wilayah Kalimantan Timur,” jelasnya.
Pemantauan pun dilakukan secara berkala untuk menemukan pertumbuhan awan yang dapat dijadikan sasaran. Kondisi atmosfer menjadi dasar bagi tim dalam menentukan wilayah penerbangan berikutnya.
“Jadi kita terus melakukan pemantauan terhadap pertumbuhan awan yang bisa dijadikan target penyemaian,” ujar Arsyad lagi.
Sementara di Samarinda, kondisi langit belum mendukung pelaksanaan penyemaian. Meski pengamatan dilakukan sejak kemarin, tim belum menemukan awan yang memenuhi kriteria hingga malam.
“Untuk Samarinda kemarin sampai hari ini kita pantau masih belum terdapat pertumbuhan awan,” ungkap Arsyad.
Ia memastikan operasi akan terus menyesuaikan perkembangan cuaca. Jika awan potensial muncul, tim siap segera melakukan penyemaian.
“Kalau pertumbuhan awannya sudah ada dan kondisinya memungkinkan untuk dilakukan penyemaian, kita akan langsung lakukan penyemaian,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur




