Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Samarinda

Sungai Karang Mumus Samarinda Cetak Sejarah, Satu-Satunya Wakil Indonesia dan Tembus Peringkat Enam Dunia Pada The Home River Bioblitz 2026

Adi Putra
21 September 2026
0 views
•5 min
Sungai Karang Mumus Samarinda Cetak Sejarah, Satu-Satunya Wakil Indonesia dan Tembus Peringkat Enam Dunia Pada The Home River Bioblitz 2026

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Kota Samarinda kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat internasional melalui keikutsertaannya dalam gerakan sains lingkungan global. 

Minggu (20/9/2026) kemarin, kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Karang Mumus segmen Jalan Gelatik yang terletak di belakang area kampus Universitas Mulawarman menjadi saksi berkumpulnya para pahlawan lingkungan. 

Sejak pukul 08.30 WITA, puluhan orang telah bersiap dengan gawai dan peralatan pengamatan mereka untuk berpartisipasi dalam The Home River Bioblitz 2026. Acara ini diorganisasi secara profesional oleh Kalimantana Creatif, sebuah pusat kegiatan kreatif yang berakar kuat di Kota Samarinda, berkolaborasi dengan komunitas global River Collective. 

Penyelenggaraan tahun ini mencatatkan sejarah penting karena Sungai Karang Mumus menjadi satu-satunya lokasi sungai di seluruh Indonesia yang terdaftar dan ikut serta secara aktif dalam gerakan tersebut. Secara global, The Home River Bioblitz 2026 dilaksanakan serempak mulai tanggal 18 hingga 20 September 2026. Gerakan ini berskala sangat masif dengan melibatkan pengamatan di 144 titik sungai yang tersebar di 77 negara di seluruh penjuru bumi. 

Masyarakat internasional secara bersamaan turun ke sungai lokal mereka masing-masing untuk mencatat dan mendokumentasikan setiap spesies flora dan fauna yang mereka temui. Di Samarinda, antusiasme peserta sangat luar biasa. Tercatat ada 113 orang yang terlibat secara keseluruhan dalam proyek ini, yang terdiri dari para ilmuwan, mahasiswa, serta warga lokal. 

Pada hari puncak pelaksanaan di lapangan, sebanyak 97 orang hadir langsung untuk melakukan observasi. Dari jumlah tersebut, delapan orang merupakan warga umum yang peduli terhadap lingkungan sekitar. 

Sisanya adalah para mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi. Menariknya, lebih dari 60 orang peserta yang hadir merupakan mahasiswa dari Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. Tingginya partisipasi dari kalangan akademisi ini memberikan warna tersendiri dan meningkatkan kualitas pendataan ilmiah yang dilakukan pada hari itu. 

Hasil dari kerja keras para relawan lingkungan ini sangat memuaskan dan membawa kebanggaan tersendiri bagi warga Kota Samarinda. Berdasarkan data yang dihimpun pada hari terakhir penyelenggaraan, tim pengamat di Sungai Karang Mumus berhasil mengumpulkan total 515 hasil observasi makhluk hidup. Angka temuan ini merupakan sebuah pencapaian yang membahagiakan. Lebih membanggakan lagi, jumlah 515 pengamatan tersebut sukses menempatkan Sungai Karang mumus di Kota Samarinda ini di posisi keenam dunia secara jumlah pengamatan secara keseluruhan. 

Samarinda berhasil duduk bersama dengan ratusan sungai lain di negara-negara maju yang juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian sungai. Kesuksesan ini tentu tidak dapat dilepaskan dari dukungan penuh berbagai pihak yang memiliki visi selaras. Kegiatan pelestarian ekosistem sungai ini terselenggara berkat dukungan langsung dari Rektor Universitas Mulawarman, Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Mulawarman, serta Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Mulawarman. Kegiatan ini mengusung sebuah tema yang sangat mendalam yaitu Sungai Karang Mumus Calling, Observe, Discuss, and Connect. 

Tema ini dipilih dengan tujuan mengajak masyarakat untuk melakukan observasi secara saksama, mendiskusikan hasil temuan yang ada, lalu membangun jejaring dan koneksi dengan komunitas global. Harapannya, seluruh langkah ini dapat menjadikan bumi sebagai tempat yang lebih layak dan baik untuk ditinggali oleh semua makhluk. Founder Kalimantana, yang juga Project In Charge The Home River Bioblitz 2026 di Samarinda, Rusdianto, mengaku bahagia dengan antusias warga. 

"Saya sangat bahagia," kata Rusdianto. Kegiatan ini memiliki makna yang jauh lebih besar dari sekadar kumpul-kumpul atau mencari serangga di pinggir sungai. 

Ada nilai-nilai luhur kebangsaan dan kemanusiaan yang sedang diperjuangkan oleh para relawan di Samarinda. "Home River Bioblitz ini adalah upaya kecil untuk memahami sungai kita dan data yang dikumpulkan itu akan menjadi kontribusi kita terhadap sains dunia. 

Mungkin tidak akan langsung berdampak secara langsung kepada kita dengan adanya penemuan baru dan lain sebagainya, tapi ini tuh menjadi bentuk daripada pelaksanaan amanat Undang-Undang Dasar 1945 karena disebutkan di sana tuh mengikuti ketertiban dunia," beber Rusdi. 

Kualitas data sains yang dikumpulkan oleh para warga biasa ini tentu membutuhkan pendampingan yang tepat agar memiliki validitas yang diakui secara global. Oleh karena itu, panitia penyelenggara sengaja melibatkan banyak pakar dan peneliti dari kampus. 

"Kehadiran akademisi, ilmuan dan researcher adalah sebagai upaya agar proses Observasi sains warga yang dilakukan lebih terarah," tambah Rusdi. Satu diantara ahli yang hadir dan memberikan pendampingan kepada para peserta adalah Dr Muhammad Ichsan Haris yang merupakan seorang akademisi sekaligus dosen di Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Mulawarman. 

Disebutnya, inisiatif sains warga ini memberikan manfaat ganda, baik untuk kelestarian alam maupun untuk perkembangan dunia pendidikan tinggi di Kalimantan Timur. 

"Ini adalah sebuah kolektif yang patut kami apresiasi. Karena di tengah semua kesulitan yang dihadapi masyarakat yang berkaitan langsung dengan kondisi alam, gerakan untuk mengenali sekitar terutama ekosistem sungai adalah hal yang konkret. 

Kita bisa mungkin saja menemukan solusi atas masalah-masalah yang kita hadapi, salah satu caranya adalah dengan mengetahui dahulu lingkungan kita sendiri. Selain itu, dalam konteks sebagai aktivitas akademik, ini juga membantu mahasiswa menemukan cara baru yang lebih mudah dan menyenangkan untuk mempelajari taksonomi tumbuhan hewan dan biodiversitas sungai," ungkap Ichsan. 

Banyaknya hasil observasi yang dihasilkan peserta, selain menembus enam besar dunia lanjut Ichsan secara bersamaan juga membuktikan edukasi mengenai ekosistem dan biodiversitas sungai dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan partisipatif. 

Warga kota kini semakin menyadari bahwa hidup berdampingan dengan entitas non-manusia di sekitar ekosistem perairan adalah sebuah keniscayaan. 

Capaian dari kegiatan ini akan terus menjadi inspirasi bagi gerakan-gerakan lingkungan selanjutnya di seluruh pelosok negeri.(*)

Tags:

SamarindaBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Samarinda.