Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Samarinda

Rp4,4 Miliar Dikembalikan, Polemik Selesai, Andi Harun Pastikan Tak Ada Mobil Dinas Baru

Adi Putra
22 September 2026
0 views
•2 min
Mobil Land Rover Defender yang digunakan Wali Kota Samarinda Andi Harun dan sempat mengundang polemik beberapa waktu lalu. (dokkorankaltim)

Penulis : Ayu Norwahliyah 

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Polemik sewa kendaraan jabatan Wali Kota Samarinda Andi Harun yang sempat menyita perhatian publik kini dinyatakan resmi tuntas oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. 

Andi Harun secara terbuka mengakui persoalan tersebut sebagai kesalahan dan memastikan tidak ada pengadaan kendaraan pengganti untuk dirinya. Seluruh rangkaian evaluasi sewa kendaraan dinas tersebut telah dirampungkan.
Hasil penyelesaiannya pun sudah dikoordinasikan dan dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri, serta Kejaksaan Negeri Samarinda.

Dari total nilai anggaran sekitar Rp5,3 Miliar, pihak penyedia jasa telah mengembalikan dana sekitar Rp4,4 Miliar yang mencakup pengembalian ke kas daerah serta penyetoran ke rekening pajak. Dengan demikian, selisih sekitar Rp900 Juta menjadi hak penyedia jasa. “Itulah yang menjadi haknya bagi penyedia jasa, dengan hitungan sewa yang telah kita sesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Andi Harun.

Penyampaian transparansi penyelesaian ini merupakan bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat atas kekhilafan administrasi yang terjadi. “Setelah melakukan kesalahan kami berani melakukan koreksi atas kesalahan yang ada,” tegasnya.

Usai penyelesaian polemik tersebut, Andi Harun mengakui dirinya kini memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk menunjang aktivitasnya sebagai kepala daerah. 

Langkah ini diambil guna menghindari adanya masalah baru jika harus menyewa atau membeli kendaraan dinas baru. Saat ini, ia hanya memanfaatkan dua kendaraan dinas yang tersisa dari masa kepemimpinan mantan Wali Kota Syaharie Jaang. “Kalau teman-teman melihat saya memakai kendaraan di luar dua itu, berarti itu kendaraan yang sifatnya pribadi,” tutup Andi Harun.

Editor: Aspian Nur

Tags:

SamarindaBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Samarinda.