Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Samarinda

RAPBD Samarinda 2027 Diproyeksikan Rp3,46 Triliun, PAD Ditarget Rp1,3 Triliun

Koran Kaltim
22 September 2026
0 views
•2 min
Paripurna bersama DPRD Kota Samarinda dalam agenda Penandatanganan Nota Kesepakatan Perubahan KUA dan PPAS tahun anggaran 2026 serta penyampaian Raperda dan Penjelasan Nota Keuangan anggaran 2027. (Foto: Ayu/Korankaltim.com)

Penulis: Ayu Norwahliyah

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memproyeksikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027 sebesar Rp3,46 triliun.

Proyeksi pendapatan daerah tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,3 triliun, pendapatan transfer Rp2,1 triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp14 miliar.

Sementara itu, dari sisi belanja, alokasi terbesar diarahkan untuk belanja operasi yang mencapai Rp2,98 triliun. Belanja modal dialokasikan sebesar Rp438 miliar, sedangkan belanja tidak terduga disiapkan senilai Rp36 miliar. Adapun pada sisi pembiayaan daerah, Pemkot Samarinda belum mengalokasikan penerimaan.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menjelaskan, penyusunan anggaran 2027 menerapkan pola penganggaran berbasis kinerja. 

Setiap alokasi belanja diselaraskan dengan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 serta Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2027.

Penyusunan anggaran ini secara khusus dilaksanakan untuk mengoptimalisasi belanja daerah guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, sekaligus memperkuat program prioritas di bidang sosial, pendidikan, dan kesehatan.

“Sehingga ini terus dapat berkelanjutan,” kata Andi Harun, Selasa (22/9/2026).

Arah kebijakan belanja juga difokuskan untuk mendorong diversifikasi sektor ekonomi Kota Samarinda, seperti jasa, perdagangan, konstruksi, hingga penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Langkah itu disebut penting untuk memperkuat struktur perekonomian daerah yang saat ini tercatat masih solid, didukung tingkat inflasi yang terkendali.

Dengan demikian, ruang fiskal yang ada dapat difokuskan untuk mendukung pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan pembangunan infrastruktur.

Meski seluruh program strategis tetap diupayakan memperoleh porsi anggaran, Pemkot Samarinda memilih tidak mematok belanja terlampau tinggi demi mengantisipasi potensi risiko pembiayaan. 

Apabila nantinya terdapat kebijakan pemerintah pusat yang menambah alokasi dana transfer, tambahan ruang fiskal tersebut akan diakomodasi melalui APBD Perubahan 2027.

Kondisi ekonomi dan inflasi yang diklaim tetap terkendali diharapkan dapat mendukung kebijakan belanja daerah, termasuk untuk sektor sosial, pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM hingga pembangunan infrastruktur.

“Untuk menghindari utang ada belanja yang tidak mampu kita biayai akibat tidak terpenuhinya pendapatan. Kita harus menyusun secermat dan seteliti mungkin dengan penuh prinsip kehati-hatian,” pungkasnya. 

Editor: Erwin

Tags:

SamarindaBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Samarinda.