BALIKPAPAN –Polda Kaltim menginstruksikan jajarannya untuk meningkatkan kesiapsiagaan mengantisipasi aksi teror seperti yang terjadi di Jawa Timur. Polisi juga memantau aktivitas para eks narapidana terorisme.
Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto juga memerintahkan untuk menggencarkan patroli kawasan mulai dari tempat ibadah hingga pusat keramaian. "Kita meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan," kata Priyo, Senin (14/5).
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, jaringan teror pernah diamankan di Kaltim. Terbaru, kasus penangkapan jaringan teroris yang beraksi di Jl MH Thamrin Jakarta pada 2016 lalu di Kota Balikpapan dan teror bom melotov di di gereja Oikumene Samarinda Seberang yang menewaskan seorang bocah.
Selain itu, polisi juga memantau aktivitas mantan narapidana terorisme yang kini telah berbaur dengan masyarakat.
Instruksi Kapolda langsung dijalankan. Di Makopolresta Samarinda, penjagaan dilakukan ekstra ketat. Sejumlah aparat kepolisian bersenjata lengkap tampak berdiri di depan pintu masuk dan langsung mencegat para warga masyarakat yang hendak memasuki areal Mapolres.
Polisi menggeledah seluruh pengunjung, baik yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Selain barang bawaan, polisi juga memerintahkan pengunjung untuk membuka jaket. Pintu keluar juga ditutup dan hanya menggunakan satu jalur keluar masuk.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto menuturkan, polisi meningkatkan pengamanan Makopolresta berkaitan denga terjadinya serangan bom di Jawa Timur.
Para personel yang melakukan peyananan pada masyarakat dilengkapi alat pengaman.
"Tetap untuk anggota kami yang melakukan kegiatan melayani masyarakat, itu sudah tugas pokok. Namun, untuk pengamanan diri sendiri, itu sudah dilengkapi alat pengaman diri," tandasnya.
Samarinda, kata Vendra, masih berstatus Siaga 1.
Sementara di Balikpapan, pengamanan juga dilakukan di tingkat Polsek jajaran. Sebagai antisipasi, pintu gerbang Polsek Balikpapan Barat hanya dibuka setengah, sebagai akses keluar masuk.
Di pintu gerbang, juga dijaga ketat petugas berpakaian dinas. Mereka menggeledah warga yang datang.
"Kami hanya meningkatkan pengamanan dan pengawasan saja, untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Makanya kami perintahkan untuk memeriksa seluruh pengunjung beserta barang bawaannya," terang Kapolsek Balikpapan Barat, Kompol I Putu Yasa.
Meski demikian, Putu meminta masyarakat, khususnya di wilayah hukum Balikpapan Barat tidak mengkhawatirkan peningkatan pengamanan itu. Semua dilakukan hanya sebagai langkah antisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan, khususnya serangna teroris.
"Ikuti saja prosedur yang diarahkan petugas kami, karena ini demi kepentingan dan keselamatan kita bersama," paparnya. (hn518/yud/dor)




