SAMARINDA - Kasubdit Standarisasi Kementerian Perhubungan, Agus Pramuka mengatakan Bandara APT Pranoto sudah layak menyandang status Bandara Internasional. Meski, saat ini bandara tersebut belum melayani penerbangangan internasional.
“Kan arahnya ke sana, kenapa tidak?,” ujarnya kemarin.
Seperti diketahui, untuk dapat melayani penerbangan internasional, seperti yang diinginkan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak seperti rute Samarinda - Kuching, Samarinda - Brunei Darussalam, setidaknya harus ada maskapai yang mengoperasikan pesawat jenis Boeing 737-800 atau sejenisnya dengan jangakuan lebih luas. Sementara saat ini, baru ada dua maskapai yang beroperasi di Bandara APT Pranoto untuk penerbangan lokal dengan pesawat jenis ATR 40 dan Cessna yakni Susi Air dan Xpress Air.
Ditanya apa yang menyebabkan APT Pranoto belum bisa didarati pesawat yang lebih besar, karena adanya informasi terdapat sebagain tanah di Runway yang labil dibantah Agus. Dia menyatakan saat ini operasional APT Pranoto baru sekedar pemindahan Bandara Temindung.
“Bertahap, ini kan boyongan Temindung, yang penting bisa beroperasi dulu menggantikan fungsi Temindung,” tukasnya.
Ia juga mengaku tak berani menjelaskan, terkait mekanisme gelontoran dana dari APBN untuk membantu mempercepat pembangunan penambahan apron, sampai optimalisasi sisi udara seperti lampu penerbangan untuk night flight, hingga untuk penambahan panjang runway.
“Kami dalam rangka verifikasi teknis saja, pengajuan dana lain bidang lagi, kalau saya teknis khususnya verifikasi. Boeing bertahap, nanti dengan sendirinya melihat demandnya juga,” paparnya.
Seperti diketahui, bandara APT Pranoto digadang menjadi Bandara Internasional yang melayani penerbangan dengan tujuan seperti Malaysia dan Brunei.
“Dana dari APBN untuk bandara itu tergantung kebutuhan dan program, tentunya apa yang diusulkan kalau itu layak dan dibutuhkan itu pasti akan di prioritaskan,” pungkasnya. (rs)




