Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
WEdisi Cetak Hari Ini

Balai Kota Pindah ke Dekat APT Pranoto

Koran Kaltim
30 Mei 2018
1.0K views
2 min
Balai Kota Pindah  ke Dekat APT Pranoto

SAMARINDA – Pemkot Samarinda berambisi memindah pusat pemerintahan ke dekat Bandara APT Pranoto, di Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara. 

Sekretaris Kota Samarinda, Sugeng Chairuddin berkata rencana pemindahan pusat pemerintahan dari Balai Kota di Jl Kesuma Bangsa ke dekat bandara telah dikaji dan tinggal ditindaklanjuti. Rencana ini bahkan telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Samarinda.

emindahan pusat pemerintahan ini  baru mengemuka setelah bandara kebanggaan warga Kota Tepian itu resmi beroperasi sejak 24 Mei 2018 lalu. 

Pemkot Samarinda bahkan telah memikirkan rencana membangun perumahan untuk  Aparatur Sipil Negara (ASN) di dekat Bandara APT Pranoto. Lingkungan yang berdekatan diharapkan tidak merepotkan para abdi negara menjangkau tempat kerja.

Untuk mewujudkan ambisi ini, Pemkot Samarinda telah menyiapkan lahan seluas 100 hektare. Di atas lahan itu akan dibangun 34 kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD), masjid, dan gedung pertemuan. 

Mengingat ini rencana yang besar, maka juga diperlukan anggaran yang super besar. Mewujudkannya pun tidak bisa cepat. Karenanya, diperlukan suntikan dari APBN, APBD Provinsi, alias bukan hanya bersumber dari APBD Samarinda. 

“Yang jelas banyak lah. Untuk bangun satu gedung balai kota saja itu habis berapa. Belum lagi ada kantor 34 OPD ditambah di sana ada masjidnya lagi,” ujar Sugeng ditanya berapa dana yang diperlukan untuk pusat pemerintahan baru itu.

Melalui pemindahan pusat pemerintahan itu, juga dimaksudkan untuk mempermudah investor. Mereka yang membawa duit tak perlu pergi jauh-jauh  lagi ke balai kota. Begitu turun dari pesawat, investor bisa dengan mudah menjangkau perkantoran pemerintah. “Untuk kota Samarinda yang tuanya ini dijadikan pusat perdagangan. Sedangkan untuk Samarinda barunya jadi pusat pemerintahan,” pungkas Sugeng. 


Pemkot Samarinda kini juga tengah menyusun masterplan transportasi. Panduan ini memiliki tujuan penting, utamanya dalam mengurai kemacetan di kota itu. 

Masterplan yang dikonsultani PT Tranadi Tata Utami ini akan menjadi acuan dalam 20 tahun ke depan. Hal-hal yang berkaitan dengan kemajuan Samarinda, seperti kehadiran Bandara APT Pranoto dan akan beroperasinya tol Balikpapan-Samarinda semua masuk dalam rumusan.

 “Perpindahan pusat pemerintahan ke bandara. Ini juga akan kita coba antisipasi,” kata Haris Muhammadun, konsultan PT Tranadi Tata Utami.

Tak hanya itu, rencana peningkatan status APT Pranoto menjadi bandara internasional juga dipikirkan. Sebab, jumlah pengunjung ke Samarinda akan meningkat dan harus didukung dengan transportasi yang memadai. 

“Semua aspek yang bersentuhan dengan transportasi akan masuk masterplan,” ujarnya.(sn318) 

Tags:

WEdisi Cetak Hari IniBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori WEdisi Cetak Hari Ini.