SAMARINDA – Sejumlah daerah melaporkan masalah terkait logistik Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim. Dari hasil penyortiran, surat suara diketahui kurang dan ada yang rusak.
Di Kabupaten Paser misalnya. Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat mengalami kekurangan 1.783 surat suara. Selain itu, juga ditemukan 20 surat suara yang rusak.
Padahal sesuai berita acara serah terima barang, tertera 177.836 lembar surat suara yang dikirim. Ini sesuai dengan jumlah pemilih plus surat suara cadangan. “Namun setelah dilakukan sortir, ternyata jumlahnya tidak sesuai,” kata Komisioner KPU Paser Divisi Keuangan, Umum dan Logistik, Abdul Qoyyim Rasyid.
KPU Paser akan melaporkan kekurangan itu ke KPU Kaltim agar dilakukan penambahan. “Tadi (kemarin, Red) kami juga terima kiriman logistik templete braile sebanyak 754 buah,” terangnya.
KPU Paser kini masih menunggu kiriman logistik lain, seperti segel, hologram, dan gembok. “Pusing kalau logistik belum selesai. Kami cuma bisa menunggu sambil berharap semoga logistik datang agar segera didistribusikan ke kecamatan,” pungkasnya.
Sementara di Kutai Timur, ditemukan 941 lembar surat suara rusak dari yang diterima sebanyak 220.077 lembar.
Kasubag Keuangan Umum dan Logistik KPU Kutim Basori mengatakan penyortiran dan pelipatan surat suara telah rampung.
“Hari pertama kita temukan 11 lembar yang rusak atau cacat. Kemudian hari kedua bertambah menjadi 45 lembar, dan hari ketiga ditemukan 767 lembar yang rusak. Kemudian Senin lalu ditemukan 118 lembar yang rusak,” katanya.
Ketua KPU Kutim Fahmi Idris menjelaskan kerusakan itu seperti terdapat noda tinta hingga adanya kertas suara yang robek. “Nanti semua yang rusak dilaporkan ke KPU Kaltim untuk diganti,” terangnya.
Kekurangan surat suara juga terjadi di Kutai Kartanegara. Hasi penyortiran petugas KPU terhadap 241 boks, ditemukan 1.261 surat suara yang rusak. Namun demikian, kata Komisioner KPU Kukar Irwan, kekurangan hanya berkisar 401 surat suara. “Karena satu boks itu diasumsikan 2.000 surat suara, setelah dihitung ternyata kurangnya sekitar 401 lembar saja,” katanya.
DPT Kukar sendiri mencapai 467.760 plus 2,5 persen surat suara cadangan. “Untuk kekurangan ini kami sudah klaim ke KPU Kaltim siang tadi (kemarin, Red),” beber Irwan.
Komisioner KPU Kaltim Devisi Keuangan dan Logistik Ida Farida membenarkan terjadinya kekurangan surat suara. “Benar ada kerusakan dan kekurangan surat suara. Namun secara keseluruhan berapa jumlahnya, saya belum tahu. Sebab belum ada surat tertulis ke kami,” kata Ida saat dikonfirmasi, tadi malam.
Jumlah pasti mengenai kekurangan surat suara itu, kata Ida, baru akan diketahui pada Kamis (31/5) hari ini, karena hari terakhir penyortiran surat suara. “Tapi seperti di Paser misalnya, bukan karena surat datang kurang tapi karena hasil sortir,” terang Ida. (dc1217/yul1116/ami/sab)




