Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
WEdisi Cetak Hari Ini

Banjir, Penerbangan APT Pranoto ditunda

Koran Kaltim
8 Juni 2018
864 views
3 min
Banjir, Penerbangan APT Pranoto ditunda

SAMARINDA - Momok banjir bakal menjadi kendala serius benar-benar nyata. Banjir yang menggenangi satu-satunya akses ke Bandara APT Pranoto, Jalan DI Panjaitan sampai kawasan simpang Lempake memaksa jadwal penerbangan ditunda.

Kota Samarinda, Kamis (7/6) diguyur hujan lebat. Intensitasnya tak lama. Tapi, wilayah Samarinda Utara banjir. Maklum, sanitasi di daerah itu, khususnya jalan raya, buruk. Hujan sebentar tergenang.

Sejak dioperasikannya bandara, jalan ini menjadi satu-satunya. Tak ada jalan lain. Artinya, sepanjang jalur ini tak boleh ada gangguan jika tak ingin jadwal penerbangan terganggu. Korbannya, penumpang.

Banjir yang melanda pada Kamis siang, merupakan kali pertama terjadi sejak dioperasikannya bandara. Diakui Kepala Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) Temindung, sebagai pengelola Bandara APT Pranoto Wahyu Siswoyo mengatakan banjir itu sangat berdampak. Jalur utama yang merupakan jalan eksisting sepanjang Jl Di Panjaitan sampai kawasan simpang Lempake yang terendam air setinggi kurang lebih 30 centimeter membuat jadwal penerbangan terganggu.

“Saya dapat laporan memang terendam, wilayah Mugirejo, jadi ya delay untuk penerbangan jam 17.00 Wita, sampai 17.50 Wita,” ujarnya.

Penundaan penerbangan, kata Wahyu karena kebijakan maskapai yang menunggu penumpang.

Namun demikian, lanjut dia yang paling dirugikan adalah penumpang.

Ke depan, tak semua maskapai mau menunggu sampai semua penumpang tiba di bandara.

 Sangat memungkinkan maskapai meninggalkan penumpang yang tak kunjung tiba. 

“Ya penumpang yang dirugikan, kan tiketnya hangus,” kata dia. 

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syafruddin meminta Pemprov Kaltim memproritaskan pembagunan jalan pendekat menuju bandara. 

“Kalau tak ada akses pendekatnya maka menjadi sia-sia pembangunan bandara,” kata Udin-sapaan akrab Syafrudin kemarin.

“Pokoknya akses jalan pendekat harus segera dibangun agar akses menuju bandara bebas banjir,”tambahnya.

Sambil menunggu akses jalan selesai, anggota DPRD Kaltim daerah pemilihan (Dapil) Berau, Kutai Timur dan Bontang ini meminta Pemkot Samarinda menyiapkan transportasi bebas banjir menuju bandara. 

“Kalau tidak ya akan banyak penumpang terlantar, tiketnya ‘hangus’,”saran Udin. 

Desakan pembangunan jalan menuju bandara sudah datang dari stae holder di Samarinda. Perlu langkah cepat mengatasi banjir tersebut. Sebab kalau tidak perjalanan waraga yang mau menuju bandara bisa terhambat.

Diberitakan sebelumnya, beberapa anggota dewan sempat mempertanyakan akses jalan menuju bandara ketika banjir. Salah satunya Ketua Fraksi PDIP DPRD Kaltim Veridiana Huraq Wang. Menurut dia pemerintah sudah harus memikirkan akses jalan menuju bandara ketika banjir. 

“Kondisi banjir yang ditakutkan menuju bandara. Belum lagi macet. Ini harus dicarikan solusinya. Jangan sampai bandara operasi mengambat perjalan warga menuju bandara,” katanya. 

Senada dengan Veridiana, Ferza Agustia Angota Komisi III DPRD Kaltim juga menyoroti akses jalan menuju bandara ketika banjir. “Banjir harus menjadi perhatian, ketika bandara oprasi. Jangan sampai menghabat perjalan warga yang mau manuju bandara,” tandasnya.

Pemkot Samarinda saat ini masih terus mengebut pengerjaan pembangunan jalan alternatif menuju bandara. Jalan baru dari Sempaja menuju Sungai Siring terus dikebut. Saat ini perbaikan tiga jembatan di jalur yang dilintasi masih dalam tahap perbaikan. (rs/sab)


Tags:

WEdisi Cetak Hari IniBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori WEdisi Cetak Hari Ini.