TENGGARONG – Pemkab Kutai Kartanegara sedang pusing. Musababnya, mereka menjadi sorotan setelah meminjamkan beberapa unit bus pelat merah untuk digunakan menghadiri kampanye pasangan calon gubernur Kaltim, Isran Noor-Hadi Mulyadi.
Dalam foto yang beredar di media sosial Facebook, nampak dua unit bus eksekutif milik Pemkab Kukar terparkir di sebuah acara buka puasa bersama yang digelar paslon Isran-Hadi di Tenggarong. Bus itu diakui dipinjam seseorang untuk menghadiri acara paslon nomor urut 3 tersebut pada Sabtu (9/6) lalu, di Sekretariat Pemenangan Isran-Hadi, Jl Ahmad Dahlan Tenggarong.
Kabag Perlengkapan Setkab Kukar, Taufik telah mengetahui kabar itu. Namun ia berdalih, fasilitas negara itu dipakai tanpa seizinnya. “Saya juga kaget, mobil bus Pemkab Kukar itu viral di sosial media,” kata Taufik saat dihubungi Koran Kaltim, Minggu (10/6).
Bus itu dipinjam tanpa surat resmi. Berdasarkan pengakuan koordinator bus, Sairin, kata Taufik, bus itu dipinjam oleh seorang warga bernama Nanang Gazali untuk menghadiri acara buka puasa bersama.
Nanang Gazali diketahui setiap tahun meminjam bus Pemkab Kukar untuk mengantar anak yatim jika ada kegiatan pengajian atau buka puasa bersama. “Tapi yang sangat disayangkan itu tidak ada pemberitahuan ke kami,” ungkap Taufik.
“Kami akan segera koordinasikan ini dengan Pak Sekda gimana tindaklanjutnya,” sambungnya.
Di media sosial, juga beredar foto cagub Isran Hadi dengan Plt Bupati Kukar Edi Damansyah. Namun, yang sebenarnya terjadi, kata Taufik, foto itu diambil jauh hari sebelumnya, saat acara di Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong. “Itu hoax. Di hari Sabtu itu Pak Edi juga sedang melaksanakan Safari Ramadan ke Muara Muntai. Jadi, bukan buka bersama dengan calon gubernur,” tegas Taufik.
Wakil Ketua Tim Pemenangan Isran Hadi di Kukar, Suriadi berkata bus itu dipinjam oleh relawan untuk membawa anak yatim. “Tapi saya tidak tahu pasti siapa yang diangkut. Hanya memang ada undangan yang turut hadir dari jauh. Itu teknisnya relawan yang mengatur,” ujarnya.
Sekretaris Tim Pemenangan Isran Noor-Hadi, Bastian membantah pihaknya menggunakan fasilitas negara untuk kampanye.
Tim pemenangan, kata dia, tidak pernah meminjam kendaraan Pemkab Kukar. “Kami mengundang anak panti dan kelompok pengajian untuk datang buka bersama. Tapi soal kendaraan, itu inisiatif mereka meminjam mobil pemkab. Nda ada urusanya dengan kita. Kita tahunya cuma mengundang saja,” ujar Bastian dikonfirmasi tadi malam.
Tim Isran-Hadi, lanjut Bastian, tahu aturan. Dalam pasal 68 dan 69 PKPU RI Nomor 4 Tahun 2017 tentang Pemilihan Kepala Daerah, penggunaan fasilitas negara dalam rangka kampanye dan sosialisasi paslon jelas dilarang.
“Karena kita mengundang mereka. Jadi yang memutuskan mereka mau naik apa, itu hak mereka,” cetusnya.
Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kukar, M Rahman mengaku belum mengetahui persis di mana lokasi buka puasa bersama yang dilaksanakan paslon Isran-Hadi tersebut.
Berdasarkan informasi, kata dia, kegiatan itu dilaksanakan di Batuah, Kecamatan Loa Janan. Namun, sesuai jadwal kampanye, kegiatan semestinya diadakan di Tenggarong. “Masih kami dalami dan akan kita perjelas,” kata Rahman dikonfirmasi Koran Kaltim.
Menurut Rahman, Panwaslu akan menyelidiki pihak-pihak yang terlibat dalam penggunaan fasilitas negara itu. Termasuk adanya indikasi bahwa bus itu sengaja dipinjamkan ASN untuk kepentingan paslon. “Apakah ada kemungkinan keterlibatan ASN yang sengaja meminjamkan atau mendukung bus tersebut dipergunakan oleh salah seorang paslon,” terang Rahman.
Penggunaan fasilitas negara sendiri, kata Rahman, dilarang berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan/atau Walikota. “Itu sudah termasuk dalam larangan dalam berkampanye,” tegas Rahman. (ami/rf218/sab)




