Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
WEdisi Cetak Hari Ini

Pemudik Mulai Ramaikan Arus Balik

Koran Kaltim
19 Juni 2018
542 views
3 min
ARUS BALIK : Penumpang kapal baru saja turun setelah mudik. Kapal berkapasitas 145 orang sandar di Dermaga Dermaga Aji Imbut, Senin (18/6) pagi. Ini merupakan pemandangan arus balik lebaran.

SAMARINDA – Arus balik setelah mudik lebaran telah dimulai. Berbeda dengan kondisi di Pulau Jawa, di Kalimantan, arus balik diramaikan dengan kedatangan penumpang dengan perahu. Umumnya, mereka yang meramaikan arus balik warga yang berlebar di Hulu Sungai Mahakam.

Di Tenggarong, warga yang telah mudik, kembali datang di Dermaga Aji Imbut, Jalan Tanjung Gresik, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (18/6).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar, Sunggono mengatakan penumpang kapal motor yang tiba di Tenggarong telah berdatangan sejak H+1 lebaran. Menurut dia, Senin (18/6) kemarin adalah arus balik gelombang pertama yang tiba kembali ke tanah rantau.

“Arus balik dari Hulu Sungai Mahakam sudah mulai terjadi sejak 16 Juni, kalau yang mudik sudah sangat berkurang,” kata Sunggono kepada Koran Kaltim, Senin (18/6) kemarin.

Sunggono menuturkan, Dermaga Aji Imbut merupakan dermaga paling ramai penumpang dibandingkan dengan dermaga lainnya. Terdata sekitar ratusan orang dalam sekali berangkat maupun kembali menggunakan kapal motor.

“Untuk dermaga Mangkurawang dan Dermaga Kumala agak kurang banyak, sekitar puluhan saja, sedangkan Dermaga Aji Imbut itu penumpangnya bisa mencapai 250-an penumpang,” terangnya.

Dari data kepadatan angkutan lebaran Dermaga Aji Imbut, ada empat kapal yang beroprasi mengangkut penumpang Samarinda - Melak - Long Bagun pulang dan pergi (PP). Sebanyak 252 orang pada H+1 lebaran, tiga kapal beroprasi sebanyak 123 orang pada H+2 dan sebanyak lima kapal beroprasi yang mengangkut sebanyak 455 orang, baik pulang maupun pergi.

“Belum termasuk barang dan kendaraan yang dibawa, kapasitas kapal untuk mengangkut penumpang itu dari 145 sampai dengan 250 penumpang, sedangkan kapasitas untuk mengangkut barangnya 50 ton masing-masing kapal, jadi cukup padat,” demikian Sunggono.

Mengantisipasi melonjaknya jumlah penduduk pada arus balik, Pemprov Kaltim sudah menggodok satu kebijakan. PAra pemudik tak boleh membawa serta keluarga melebihi 2 orang.

Paska mudik lebaran, pada arus balik bakal membawa serta kerabat untuk turut datang ke tempat di mana mereka mencari pekerjaan.

Pj Sekretaris Provinsi (Sekprov) Meiliana mengatakan, arus balik memang identik dengan membawa sanak saudara ke kota rantau. Dia menghimbau, para pemudik tidak terlalu banyak membawa ‘anggota’ baru. Karena tidak bisa dipungkiri, Kaltim memang masih menjadi daerah yang dianggap mudah mencari pekerjaan, sehingga banyak perantau yang habis mudik membawa saudara kembali ke Kaltim.

“Tapi, satu orang hanya akan membawa 1-2 orang, kami yakin tidak akan membludak,” katanya, Senin (18/6). 

Di Kaltim, tambah dia pergerakan penumpang arus balik diperkirakan mencapai 700-800 ribu orang. Dari total itu, 59 persennya berasal dari penumpang angkutan udara. 

Sedangkan darat, laut, sungai masing-masing hanya sekitar 11-17 persen saja.

“Pemudik Kaltim biasanya berasal dari Sulawesi, nah ini yang biasanya membawa saudara maupun teman untuk mencari pekerjaan di Kaltim,” katanya.

Dia menjelaskan, setiap tahun terjadi peningkatan hanya 3 persen dari jumlah arus mudik. 

Arus pulang akan membludak diperkirakan pada 20 Juni.

Dia mengatakan, Dinas Perhubungan juga sudah menyiapkan armada angkutan darat dan laut atau sungai sama seperti tahun sebelumnya yaitu 2.000 unit. (rf218/rs)

Tags:

WEdisi Cetak Hari IniBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori WEdisi Cetak Hari Ini.