SAMARINDA - Panitia seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim segera mengumumkan hasil assessment yang dilakukan di Assessment Center Badan Diklat Pemprov Jatim di Surabaya.
Penjabat (Pj) Sekdaprov Kaltim Meiliana menyampaikan, hasil assessment akan diumumkan oleh pansel pada 26 Juli mendatang. “Ya, Alhamdulillah, mereka ini sudah luar biasa, bisa masuk tahap ini sudah melewati tahapan sebelumnya, yang tidak mudah,” ujarnya.
Assessmen bertujuan untuk menilai kompetensi peserta yang akan duduk pada JPT Madya dengan menggunakan metode Assessment Center. Melalui cara ini, diharapkan menghasilkan calon pejabat yang memiliki prestasi, dedikasi, loyalitas, dan integritas yang teruji, siap bekerja sama mewujudkan visi dan misi Pemprov Katim, serta bisa diterima oleh seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan sehingga berdampak peningkatan kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
“Sebelumnya akan dilakukan uji publik pada 24 Juli 2018. Baru hasilnya kami harapkan sudah diterima pada 25 Juli 2018,” terangnya.
Sebelum mengikuti assessment, lima calon Sekdaprov Kaltim, Abdul Aziz (Kepala Dinas Kebudayaan Samarinda), M Sabani (Asisten I Setprov), M Aswin (Kepala Badan Perpustakaan Daerah), Indra Riza Riyadi (Kepala Dinas Lingkungan Hidup), dan Abdulah Sanni (Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu), terlebih dahulu menjalani tes kesehatan, jiwa dan narkoba di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, serta tes penulisan makalah di Hotel Royal Suite Balikpapan pada Senin (16/7) lalu.
Seleksi calon Sekdaprov Kaltim ini melibatkan akademisi, seperti Rektor Unmul Prof Masjaya dan Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unmul Aji Ratna. Selain itu, ada pula perwakilan Lembaga Administrasi Negara (LAN), Badan Kepegawaian Nasional (BKN), dan perwakilan Kementerian Dalam Negeri yang bertindak sebagai ketua pansel.
Dari lima calon itu nantinya akan mengerucut menjadi tiga orang untuk diserahkan ke tim penilai akhir (TPA) dari Sekretariat Negara (Setneg). “Tidak ada intervensi dari pihak mana pun,” tegas Mei.
Sebagai upaya mengetahui respon masyarakat, timsel juga membuat polling terbuka melalui media sosial dan situs resmi Badan Kepegawaian Daerah Kaltim.
Di antara lima calon Sekdaprov Kaltim, hanya Abdul Aziz yang berlatarbelakang pejabat Pemkot Samarinda. Sementara empat calon lainnya merupakan pejabat Pemprov Kaltim.
Menurut Mei, Aziz memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi karena pernah menjabat Sekdakot Bontang dan pernah mengikuti Diklat Kepemimpinan Tingkat II.
Pemprov Kaltim berharap seleksi ini dapat menghasilkan sekdaprov yang terbaik untuk membantu Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim terpilih periode 2018-2023.
“Pemprov Kaltim betul-betul bisa mendapatkan sekda terbaik dan tentu berkualitas serta bisa bekerja sama dengan gubernur dan wagub terpilih nanti,” terangnya. (rs)




