Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
WEdisi Cetak Hari Ini

Guru Ngaji Sodomi 8 Santri

Koran Kaltim
24 Juli 2018
1.5K views
2 min
Guru Ngaji Sodomi 8 Santri

BONTANG - Perbuatan yang dilakukan oknum guru ngaji ini sama sekali tak mencerminkan perilaku pekerjaannya. Sebagai seorang guru ngaji sedianya jauh dari kriminal apalagi soal urusan syahwat. Parahnya, pelampiasannya sesama jenis. Yang lebih parah lagi. korbannya para bocah yang tak lain adalah santrinya.

Tak hanya seorang, tapi delapan santrinya dia ‘gasak’. Korban sebanyak itu terungkap hasil interogasi tim Reskrim Polres Bontang. Pelaku diketahui bernama Joko Prasetyo, 31 tahun. Hasil pengakuannya, untuk sementara Joko telah menyodomi delapan orang santrinya.

Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti melalui Kasatreskrim Polres Bontang AKP Ferry Putra Samodra, mengatakan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur itu terjadi pada Minggu (22/7) di Jalan Sriwijaya HOP VI No 1 Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, sekira pukul 20.00 WITA. Menurut Ferry kejadian dilaporkan sekitar pukul 21.30 WITA, pada Minggu (22/7) oleh Wn (41).

Berdasarkan hasil pemeriksaan terungkap, awal kejadiannya berawal saat korban Ha (14) selesai melaksanakan Salat Isya di Masjid Darussalam. Pelaku menyuruh korban datang ke rumah pelaku, lalu korban bersama temannya datang. Sesampai di rumah pelaku, korban beserta temannya langsung masuk ke kamar lalu pelaku memaksa korban mengajak berhubungan intim. Korban sempat melawan karena tidak mau berhubungan. Tapi Joko memaksa dan mengancam korban.

Beruntung, salah satu teman korban berhasil melarikan diri. Sedangkan korban tidak bisa dan akhirnya terjadi malam jahanam oleh sang Guru Mengaji. “Korban saat itu disodomi oleh  pelaku,” jelas Ferry.

Di lokasi lain, teman korban yang berhasil kabur tersebut, bertemu warga sekitar. Dia pun ditanya karena dari gestur tubuhnya terlihat panik. “Rekan korban yang satunya kan berhasil kabur, nah saat kabur itulah ada warga yang melihat. Terus ditanya, kenapa? Dan cerita kalau dia mau disodomi dan ada rekannya masih tertinggal di dalam kamar pelaku,” kata Ferry kepada harian ini, Senin (23/7).

Mengetahui ada pencabulan, sontak warga mengadukan ke Polres Bontang. Sebelum anggota tiba di lokasi kejadian pelaku sudah berhasil diamankan warga. Tak ingin terjadi main hakim sendiri,  Joko pun dibawa ke Polres Bontang untuk diamankan.

Menurut Ferry, awalnya laporan hanya satu korban. Namun setelah dilakukan pemeriksaan di peroleh keterangan masih terdapat dua korban lain, SI (12) dan ARM (13). “Kedua korban tersebut sudah lakukan pelaporan. Sementara hasil pemeriksaan terakhir, pada Senin (23/7), hasil pengembangan tambah 5 korban lagi, hanya saja mereka belum laporan, kemungkinan korban bisa bertambah, mengingat pelaku adalah seorang guru di pondok tersebut, dan para korbannya adalah santrinya,” pungkas Ferry. (cil)

Tags:

WEdisi Cetak Hari IniBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori WEdisi Cetak Hari Ini.