Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
WEdisi Cetak Hari Ini

Harga Daging Ayam Tinggi, Diduga Ada Permainan Pasar

Koran Kaltim
28 Juli 2018
919 views
3 min
Harga Daging Ayam Tinggi, Diduga Ada Permainan Pasar

SAMARINDA - Harga daging ayam di Kaltim melambung tinggi. Hingga kini harga masih tak terkendali. Belum diketahui pasti penyebabnya. Namun, Komisi II DPRD Kaltim menduga melambungnya harga daging ayam karena ada permainan pasar.

Di Samarinda harga ayam perekor mencapai Rp60-80 ribu. Harga ini jauh lebih mahal dari harga normal. 

“Kami (Komisi II) menduga ada permainan pasar. Entah itu dari permainan perusahaan ayam mitra atau mandiri. Nah, ini yang kami belum tahu persis,” kata Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Edy Kurniawan. Jumat (27/7).

Komisi II sebut Edy dalam waktu dekat ini memanggil dinas terkait. 

“Senin atau Selasa akan panggil Dinas Peternakan Kaltim, menyikapi naiknya harga ayam,”ujar Edy. 

Disinggung naiknya harga ayam karena menjelang Idul Adha atau Hari Raya Kurban, Edy mengaku tidak ada kaitanya. 

“Naiknya harga ayam tidak ada bersinggungan dengan Idul Adha. Justru yang banyak dikomsumsi warga adalah daging,” katanya.

Di Tenggarong, Kukar harga daging ayam mencapai Rp75 ribu/kg. Harga normal ayam perkilogram Rp28 ribu.

“Se-Kaltim harga ayam tnggi, Saya sudah ngobrol dengan pejabat dari Paser dan daerah lainnya waktu acara di Bandung, semua satu suara harga ayam naik,” kata Surif, Kepala Dinas Perindustrian, dan Perdagangan (Disperindag) Kukar.

Disperindag belum tahu pasti sebab harga ayam meroket.  Padahal jumlah peternak ayam di Kukar banyak. “Apakah ada permainan atau apa nanti akan diketahui. Tapi yang jelas pedagang menjual tinggi karena mereka belinya tinggi juga,” bebernya.

Pedagang daging ayam di Jl Maduningrat mengeluhkan penjualannya menurun sejak harga ayam melonjak, pasca lebaran Idulfitri. Jika ta tertangani pedagang terancam gulung tikar.

Hasan, salah seorang pedagang daging ayam mengatakan melambungnya harga ayam sebabkan minat beli masyarakat menurun drastis. “Kami jual Rp50 per kg. Kalau harga tinggi ya siapa yang mau beli, ini saja saya sebenarnya rugi, kalau terus-terusan begini bisa-bisa kita bangkrut,” ujar Hasan.

Hasan mengaku bersama pedagang lainnya terpaksa menaikan harga jual lantaran dari pengepulnya saja sudah tinggi dengan modal Rp 45 ribu/kg.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi (Disperindagkop)dan UMKM Kaltim Fuad Assadin mengaku telah memanggil semua pihak terkait fluktuasi harga Ayam Negeri dan Telur. Dari rapat tersebut, kata Fuad ditemukan penyebab mengapa harga ditingkat konsumen menjadi tinggi.

Data tim di lapangan, kata dia harga ayam dan telur di Pasar Segiri, Kedondong, Sungai Dama dan Lok Buah di Samarinda pada tanggal 26 Juli 2018 tercatat Rp43.000/kg dan Rp30.275/kg, meningkat dibandingkan harga 18 Juni 2018, sehari setelah Hari Raya Idulfitri 1439 H yaitu masing masing masih Rp34.600/kg dan Rp27.200.

Penyebabnya kenaikannya lanjut dia diantaranya naiknya harga pakan, pelarangan penggunaan Antibiotic Growth Promotor, terbatasnya pasokan Grand Parent Stock, dan lebih lamanya usia panen ayam. “Kalau telur, terhambatnya pasokan telur akibat arus balik, sehingga kapal barang pembawa pangan harus mengangkut penumpang, terutama Pare-pare,” paparnya.

Panjangnya mata rantai perdagangan ayam dari peternak ke pangumpul besar hingga sampai ke ke pedagang pertama sampai pedagang akhir juga menjadi salah satu penyebab naiknya harga. Selanjutnya, pasar modern yang digadang menjadi antisipasi sebagian masih melayani pedagang pengumpul, sehingga stok keperluan konsumen akhir terbatas.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut, Pemprov Kaltim melalui Disperindagkop kata Fuad dirasa perlu memberikan intervensi untuk ditetapkannya harga acuan pakan ternak ayam yang diperlukan oleh para peternak, agar dapat menekan ongkos produksi.

“Selain itu, pemerintah kabupaten/kota perlu menetapkan harga acuan atau HET untuk telur dan ayam di daerah setempat,” tukasnya.

Ia menyebut, harga ayam dan telur diperkirakan stabil pada pertengahan Agustus – September 2018, dan untuk mempercepat proses stabilisasi maka akan didorong, realisasi 100.000 ton daging ayam beku dalam waktu dekat. (sab/ami/rf218/rs)



Tags:

WEdisi Cetak Hari IniBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori WEdisi Cetak Hari Ini.